Pilkada Sintang: Jarot 32 persen, Askiman 30 persen, Rumpak 25 persen

Sintang,BorneOneTV.com_Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sintang, Jarot Winarno-Sudiyanto sementara ini bertarung sengit dengan Askiman-Hatta. Dalam survei yang dilakukan Indonesia Pollster Center, 9-13 November 2020 lalu, Jarot-Winarno yang diusung Partai Nasdem, PKB, Golkar, PPP, PKPI, memiliki elektabilitas 32 persen. Sedangkan Askiman-Hatta yang diusung Partai Demokrat dan Hanura, memiliki elektabilitas 30 persen.

Strong voters Jarot-Sudiyanto mencapai 93,75 persen dari total 32 persen pemilihnya. Sedangkan strong voters Askiman-Hatta mencapai 94,5 persen dari 30 persen pemilihnya. Dengan demikian, pemilih yang saat ini sudah memutuskan ke Jarot atau Askiman, sebagian besar sangatlah solid dan cenderung tidak akan berpindah lagi.

Mengekor di belakangnya, pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Yohanes Rumpak-Syarifuddin. Pasangan calon yang diusung oleh PDIP, Gerindra, Perindo, PAN ini memiliki elektabilitas 25 persen. Hanya, strong voters Rumpak termasuk rendah dibandingkan kedua pasangan calon lain. Baru 81,5 persen pemilih Rumpak saat ini yang tidak akan bergeser memilih pasangan calon lain.

Sementara itu, masih ada 13 persen masyarakat Sintang yang belum memutuskan atau tidak mau menjawab memilih siapa. Undecided voters sebesar 13 persen ini bisa jadi merupakan penentu di hari pemungutan suara.

Isu yang dianggap krusial oleh masyarakat Sintang adalah infrastruktur (64 persen), perbaikan ekonomi (61 persen), dan stabilitas politik (60 persen).
Ini sejalan dengan ketidakpuasan masyarakat Sintang yang cukup tinggi atas pemerintahan Sintang saat ini terhadap isu ekonomi (59 persen) dan infrastruktur (57 persen).

Sedangkan isu stabilitas politik yang dianggap krusial, tingkat kepuasan masyarakat Sintang ternyata masih cukup tinggi, mencapai 71 persen. Pesan masyarakat Sintang sepertinya cukup jelas. Kemajemukan masyarakat Sintang yang selama ini terjalin dengan harmonis, diharapkan bisa terus dipertahankan, siapapun yang menjadi pemimpin daerah ke depannya.

Adapun tiga kriteria utama pemimpin yang diharapkan masyarakat Sintang adalah peduli dengan rakyat, berpengalaman di pemerintahan, dan putra daerah. Menurut analisis IPC, baik sosok Jarot maupun Askiman selaku petahana bupati dan wakil bupati, dianggap memiliki kepedulian terhadap masyarakat Sintang.

Hanya, dengan tingginya rating kriteria berpengalaman di pemerintahan dan putra daerah, sepertinya ada harapan dari masyarakat Sintang agar kepala daerah selanjutnya benar-benar menguasai permasalahan Sintang baik di level makro maupun mikro. Di sini, jejak rekam panjang di pemerintahan, bakal bisa menjadi daya dorong untuk memenangkan pemilihan di tanggal 9 Desember 2020.

Eko Wahyudi, direktur utama IPC menjelaskan, jumlah responden survei ini sebanyak 800 responden, dengan margin of error sebesar ± 3.46%. Adapun tingkat kepercayaannya sebesar 95%.

Metode sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah multistage random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka langsung dengan responden menggunakan kuesioner.

Dalam situasi covid-19, interviewer menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat saat melakukan pengumpulan data.( yusri )

Editor: HaDin