Ketua Matakin Kalbar Bersama 5 Tokoh Agama Pimpin Doa Bersama Untuk Kelancaran Pilkada Kalbar

Pontianak, BorneOneTV.com_Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Kalbar Sutadi, SH memanjatkan doa secara agama Khonghucu bersama 5 Tokoh Agama Islam, Katolik, Kristen dan Budha dalam doa bersama yang digelar oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalbar Untuk Kalbar agar Sukses Penyelengaraan Pemungutan Suara Pilkada Serentak 9 Desember 2020, di Hotel Kapuas Palace Pontianak, Jumat, (4/12).

Doa bersama Untuk Kelancaran Pilkada Serentak di Kalbar ini merupakan kerja sama FKUB Kalbar bersama Gubernur Kalbar, Pangdam XII/Tanjungpura, dan Kapolda Kalbar.

Adapun tokoh agama yang memimpin Doa bersama adalah Drs. H. Basri Har dari Tokoh Agama Islam dari Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kalbar, Pastor RD. Jhon Rustam Tokoh Agama Katolik dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Kalbar, Pdt. Paulus Ajong, S.Th. Tokoh Agama Kristen dari Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI). Wayan Slamet. S.Ag Tokoh Agama Hindu Kalbar Sujono, S,Ag tokoh Budha Kalbar, dan Sutadi, SH Tokoh Agama Khonghucu dari Mejelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Kalbar.

Ketua FKUB Kalbar, Dr.Ismail Ruslan M.Si   mengaspresiasi seluruh kerja-kerja panitia di Tujuh Kabupaten di Kalbar.

”Kami mengaspresiasi seluruh kerja sama ini, baik dari dari Pemprov Kalbar, Pemkab di Kalbat. Pihak keamanan dan seluruh Tokoh Agama dan tokoh masyarakat,” ucap Dr.Ismail Ruslan M.Si.

Dikatakannya, doa bersama ini sebagai puncak dari simpul kerja, kita pasti hidup dengan Doa. Jadi puncak dari Ihtiar adalah doa.

“Maka kita selain tadi meningkatkan rasa aman dan meningkatkan Iman kita dengan cara berdoa dan mudah-mudahan doa ini di jabah oleh yang maha kuasa dengan harapan pilkada di Tujuh Kabupaten di Kalbar ini tetap berlansung aman dan damai sebagaimana pilkada-pilkada sebelumnnya itu dan itu tujuan dari Kegiatan ini,” pesannya.

Kami juga dari Tokoh-tokoh agama selalu menyampaikan kepada FKUB di Kabupaten/ Kota dan di Rumah-rumah Ibadah bahwa penting untuk menjaga kerukunan siapapun Kepala Daerah terpilih jangan korbankan kerukunan Kalbar.

“Tidak menggunakan Isu-isu Agama untuk meraih dukungan dari Masyarakat gunakanlah jargon-jargon kerukunan, jargon pembangunan untuk memperoleh simpati dari masyarakat. Jadi kita selalu melakukan pendidikan melakukan sosialisasi bahwa untuk tidak menggunakan isu agama dan Etnis karena itu sangat rentan terhadap kerukunan masadepan Perdamaian di Kalimantan Barat,” ingatnya.

Dalam suasana masih Pademi Covid-19 ini dan saran dari tenaga kesehatan bahwa selain peningkatan protokol kesehatan, berdoa itu adalah salah satu untuk meningkatkan imun ini bagian kita cara mendukung moril kerja panitia bahwa selain Imun dengan protokol kesehatan masyarakat juga di yakinkan dengan berdoa.

“Dengan kepercayaannya masing-masing, maka tadi yang berdoa adalah Enam Agama itu meprentasikan Masyarakat di Nusantara ini dengan Enam Agama,” ujarnya.

Semua tokoh Agama dan masyarakat berharap pademi Covid-19 ini akan segera berahir sehingga kita bisa beraktivitas seperti tahun tahun sebelumnya. (L4Y).