KKP dan Basarnas Evakuasi Nelayan Indonesia Yang Tenggelam di Perbatasan RI-Malaysia

Jakarta, BorneOneTV.com_Kementerian Kelautan dan Perikanan terus bekerja membuktikan komitmennya untuk hadir dan memberikan perlindungan bagi nelayan dan masyarakat kelautan dan perikanan.

Yang terbaru, Aparat Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan bersama dengan Tim Basarnas Aceh melakukan penjemputan dan evakuasi terhadap nelayan Indonesia yang tenggelam dan ditemukan hanyut di Selat Malaka. Penjemputan dan evakuasi ini sendiri dilakukan pada Jumat (4/12) dengan menggunakan KN.KRESNA milik Basarnas.

“Evakuasi ini bukti kehadiran kami untuk nelayan”, terang Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Tb Haeru Rahayu.

Tebe, demikian disapa menuturkan bahwa empat nelayan asal Sumatera Utara yaitu Muslim (48 thn), Solihin Imannuddin (48 thn), Saayan (39 thn), dan Sahrul (38 thn) tenggelam pada hari Kamis (3/12) saat menangkap ikan. Keempat nelayan tersebut ditemukan hanyut sampai wilayah Tanjung Genting dan diselamatkan oleh kapal berbendera Siprus MV. ARSINOE.

“Setelah mendapatkan informasi dari Nakhoda MV. ARSINOE, Tim dari KKP dan Basarnas segera bergerak cepat melakukan penjemputan”, ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pangkalan PSDKP Lampulo, Basri menjelaskan bahwa nelayan-nelayan tersebut dalam keadaan sehat dan saat ini sudah berada di Pangkalan PSDKP Lampulo. Rencananya keempat nelayan tersebut akan segera dipulangkan ke tempat asalnya.

“Kami segera koordinasikan pemulangan ke Sumatera Utara”, ujar Basri.

Upaya dan langkah-langkah konkrit dalam melindungi nelayan terus dilakukan oleh Ditjen PSDKP. Selain beberapa kali terlibat dalam Search and Rescue (SAR), Ditjen PSDKP juga melakukan pengawalan terhadap nelayan Indonesia di Laut Natuna Utara, membebaskan 49 nelayan yang ditangkap aparat negara lain serta memulangkan 57 nelayan Indonesia yang diproses hukum di luar negeri bersama Kementerian Luar Nageri dan Pemerintah Daerah selama tahun 2020. ( Egi / Rilis )