DPRD Sambas Panggil Kadis Perkim LH, Dengar penjelasan Hasil Lab Baristand Pontianak

Sambas, BorneOneTV.com- DPRD Sambas Lakukan dengar pendapat ( Hearing) yang kedua kali di kantor DPRD Sambas bersama dinas Terkait, LSM, Masyarakat, Mahasiswa, di Kantor DPRD Sambas, Kalbar, Senin, ( 7/ 12/ 2020).

Dengar pendapat (Hearing) terkait Dugaan Pencemaran Lingkungan limbah Sawit PT. Rana Wastu Kencana (RWK), sekarang menjadi perhatian khusus oleh DPRD Sambas, Komisi II, LSM WAPATARA, Masyarakat, serta Mahasiswa Sambas.

Hearing dengar pendapat dihadiri oleh Dinas Perkim LH, Dinas terkait, Wakil ketua DPRD kabupaten Sambas, Ir. Arifidiar, Ketua Komisi II, Ahmad Hapsak Setiawan, Erwin Johana, Masyarakat, Urai Bima, Erwin Saputra, LSM WAPATARA, Andre Mahyudi, Kusno, beserta Mahasiswa Kabupaten Sambas.

Hearing tersebut, mendengar penjelasan dari Dinas Perkim LH, mengenai hasil LAB Baristand Pontianak. Hasil LAB Sample air, bahwa melebihi dari baku mutu ( terjadi pencemaran).

DPRD Sambas, Masyarakat, LSM WAPATARA, Mahasiswa, meminta kepada Dinas Perkim LH untuk tegas menyikapi persoalan ini, karena menyangkut hajat hidup orang banyak, lingkungan, kesehatan masyarakat kabupaten Sambas, apalagi masyarakat masih banyak yang ketergantungan dengan air sungai. Wakil ketua DPRD kabupaten Sambas, Arifidiar menyarankan untuk turun kembali ke PT. RWK, memastikan apakah pelanggaran itu terus berlanjut atau tidak, apakah mematuhi kaidah-kaidah aturan yang berlaku.

Semua persoalan itu Merujuk Pada Undang-undang RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan hak asasi setiap warga negara Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam pasal 28H Undang- undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan pasal 70 Bab XI UU RI Nomor 32 Tahun terkait peran masyarakat.

Kepala Dinas Perkim LH Kabupaten sambas, Eko Susanto Menjelaskan, berterima kasih kepada kawan- kawan semua, dengan adanya Hearing bersama kawan-kawan semua, kami jadi tahu dengan pemetaan, serta apa yang akan kami lakukan. kami akan segera turun lagi dengan tim besok pagi, Sambas, Kalbar, Senin, ( 7/ 12/ 2020)

terkait dengan surat peringatan kami yang pertama kepada perusahaan, pihak perusahaan merespon dari surat peringatan kami.

Mereka sudah melakukan perbaikan- perbaikan dan besok kita akan kroscek kembali ke lokasi.
besok kita akan lihat perbaikan- perbaikan mereka, apa saja yang sudah mereka Kerjakan dengan apa yang mereka lakukan terkait dengan SP1, Jelas Eko.

Seandainya belum memenuhi apa yang kami sarankan dengan SP 1, tentunya kita akan mengeluarkan surat peringatan berikutnya supaya mereka lebih aktif untuk memperbaiki kondisi lingkungan hidup di sekitar mereka.

Jika kawan-kawan melaporkan persoalan ini keranah hukum, itu hak-hak dari kawan-kawan. Dinas perkim LH akan melaporkan persoalan ini ke yang lebih tinggi, seperti Dinas lingkungan hidup provinsi, maupun Kementerian lingkungan hidup. Tutup Eko. ( Dedi Anggara)