Polisi Menunggu Saksi Ahli Penyebab Kematian Bocah 7 Tahun

Singkawang, BorneOneTV.com – polres singkawang mengelar pers rilis terkait kematian Bocah berusia 7 tahun yang bernama Siao Lang yang di temukan tewas di rumahnya pada rabu (25/12/2020) di kelurahan sejangkung Kecamatan Singkawang Selatan di mapolres singkawang (4/12/2020) jum’at.

Dalam pers rilis Kapolres Singkawang AKBP Prasetyo Adhi Wibowo mengatakan. Kasus ini berawal dari laporan masayarakat di mana telah terjadi kematian yang tidak wajar di kelurahan Sijangkung.

“Dari laporan tersebut. Anggota sat reskrim mendatangi TKP di mana saat anggota mendatangi TKP, kondisi jenazah dalam keadaan berpakaian bagus dan akan siap di berangkat kan ke yayasan,” paparnya Kapolres Singkawang AKBP Prasetyo Adhi Wibowo jumat (4/12/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan. Saat anggota reskrim mendatangi TKP. Ibu tiri korban mengatakan bahwa anak nya meninggal karna sakit atau stap.

“Namun ketika anggota melakukan observasi. Di temukan luka lebam akibat trauma benda tumpul sehingga kami melakukan visum luar. Awalnya ibu korban tidak mau. Tetap anggota tetap melakukan visum terhadap kondisi jenazah korban.” Terangnya.

Lebih lanjut kapolres singkawang AKBP Prasetyo Adhi Wibowo. Pada tanggal 27 Desember Pihnya resmi melakukan penangkapan dan penahanan terhadap ibu turu korban.

“Berdasarkan otopsi dan hasil visum luar. Di temukan luka trauma akibat hantaman benda tumpul di beberapa bagian tubuh korban, dan ibu tiri korban juga mengaku pada dua Hari sebelumnya ada melakukan tindakan kekerasan terhadap korban, dengan menggunakan patahan hanger, dan HP yang di pukulan di bagian kepala Korban,” katanya.

Jadi lanjut dia. Pasal yang dikenakan oleh ibu tiri korban dengan pasal 80 UU perlindungan anak.

“Kemudian ayat 2 ayat 3 dan ayat 4 adalah pemberatan. Jika orang tua korban terbukti melakukan perbuatan yang mengakibatkan luka berat. Ayat 3 mengakibatkan mati. Dan ayat 4 hukuman di tambah sepertiga dari ancaman ayat 2 dan 3, bila terbukti yang melakukan orang tuanya,” terang kapolres.

Untuk melakukan Tindak Lanjut kata dia. Pihaknya akan terus memintai keterangan ahli dari dokter forensik, walaupun hasil autopsi sudah keluar.

“Maseki hasil otopsi sudah keluar. Namun kami tetap memintai keterangan ahli.” Katanya

Lebih lanjut Kapolres mengatakan. Menurut keterangan tersangka. Dirinya mengaku dua hari sebelum meninggal. Pelaku khilaf dan mengalami ketidak stabilan emosional. Sehingga khilaf.

“Untuk penyebab kematian. Berdasarkan hasil otopsi dokter menyatakan bahwa korban mati lemas. Karna kehilangan oksigen. Ini yang akan kami perdalam dan pertajam dengan memintai keterangan ahli kondisi apa yang mengakibatkan seseorang mengalami mati lemas dan apa kah perbuatan yang di lakukan oleh tersangka dengan luka – luka yang timbul pada tubuhnya dapat mengakibatkan korban mati lemas,” terangnya.

Dalam kesempatan ini juga kata dia. Pihaknya belum dapat menyimpulkan Apakah korban ini di nyatakan korban pembunuhan. Pihaknya tidak menyalahkan hal tersebut.

“Yang kami nyatakan Berdasarkan fakta – fakta yang ada bahwa benar tersangka melakukan tindakan kekerasan atau penganiayaan. Yang mengakibatkan almarhum mengalami luka berat dan di temukan meninggal. Pada tanggal 25 november, maka dari itu kami meminta keterangan dari saksi ahli dan meminta keterangan dari ahli Forensik untuk meminta hasil otopsi tersebut,” katanya.

Sebelumnya. Siao Lang bocah berusia 7 tahun di temukan tewas di rumahnya dengan kondisi luka di beberapa bagian. Di duga di aniaya ibu tirinya.(mizar)