Warga Kecewa, Namanya hilang di DPT Pilkada Tahun Ini

Melawi, BorneOneTV.com– Menjelang hari pencoblosan, sejumlah warga di Melawi mengeluh, lantaran tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), undangan memilih berupa form C6 pun tak kunjung datang. Warga merasa kecewa, karena pada pemilu sebelumnya sudah TERDATA didalam DPT, namun namanya hilang pada DPT Pilkada Melawi 2020 ini.

Sabirin, satu diantara desa Paal yang kecewa dengan penyelenggara pemilu. Ia bersama istri dan dua orang anaknya, pada pemilu ditahun tahun sebelumnya sudah masuk didalam DPT, namun ditahun ini tak lagi terdaftar.

“Aneh sekali rasanya. Dengan sistim pemuktahiran data melakukan pencocokan dan penelitian data, bukannya daftar pemilih bertambah, namun kami yang sudah terdaftar malah hilang didalam DPT,” ucapnya, Selasa (8/12/2020).

Sabirin mengatakan, persoalannya bukan pada Bisa menggunakan hak pilih atau tidak. Sebab jika hanya ingin menggunakan hak pilih, kami mungkin bagi berkesempatan memilih dengan menggunakan KTP Elektronik.” Namun, yang kami persoalan adalah nama kami yang hilang dari DPT pada tahun ini,” ungkapnya dengan kesal.

Sabirin mengaku sudah mengecek namanya secara online pada situs lindubgihakpilihmu.kpu.go.id dan juga sudah mengecek ke data yang tertempel di TPS. Namun tetap saja namanya bersama 3 anggota keluarganya tidak terdaftar. “Jadi pemuktahiran data yang dilaksanakan KPU, menurut saya tidak efektip,” paparnya.

Hal yang sma juga dirasaka Suwandi, warga Dusun Kuala Belian Desa Paal Kecamatan Nanga Pinoh. Ia mengaku kecewa, karena sudah dua kali pemilu dirinya tak lagi terdata didalam daftar pemilih tetap. Bahkan setiap pemuktahiran data pemilu, dirinya mengaku tidak pernah didatangi oleh Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP).

“Saya asli warga Desa Paal. Tidak pernah pindah domisili, namun bisa bisa hilang nama saya sejak pemilu tahun lalu. Kan aneh, katanya dilakukan pemuktahiran data, namun data yang sudah masuk malah dihilangkan,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Andi, berharap, kedepannya pihak KPU bisa melakuka. Evaluasi terhadap pemuktahiran data ini. Bisa saja Petugas pemuktahiran data tidak bekerja secara maksimal.

“Jadi kita berharap ada evaluasi, agar daftar pemilih tidak semakin berkurang. Karena harusnya bertambah, sebab banyak pemilih pemula yang usianya sudah masuk sebagai pemegang hal pilih,” ujarnya.

Terpisah, Ketua KPU Melawi, Dedi Suparjo, saat dikonfirmasi mengatakan, bagi warga yang tidak masuk dalam DPT, tetap bisa menggunakan hak pilihnya dengan datang ke TPS tempatnya berdomisili, membawa KTP elektronik, pada waktu yang sudah ditentukan yakni untuk pemilih tambahan bisa menggunakan hak pilihnya pada pukul 12.00 sampai dengan 13.00 WIB.

“Sebagai info untuk Desa Paal ada 15 TPS, jadi yang tidak terdaftar dalam DPT, sepanjang ada dokumen kependudukan KTP Elektronik, bisa datang ke salah satu dari 15 TPS tersebut. Terkait warga yang tidak terdaftar di DPT, mungkin petugas PPDP dan PPS input datanya ada yang tidak memenuhi syarat atau karena sistem sidalih,” jelasnya.

Dedi mengatakan, intinya petugas KPU sudah berusaha maksimal dalam proses Pencocokan dan Penelitian (Coklit), yang mana juga udah ada tahapannya mulai dari DPS sebelum DPT diumumkannya.

“DPT diumumkan meminta agar pemilih pro aktif melaporkan diri ke petugas dilapangan jika tdak terdaftar atau langsung kkantor KPU, sekretariat PPK di Kecamatan, PPS di Desa. Namun yang terjadi malah melaporkan atau komplen mendekati hari H, padahal jauh-jauh hari udah ada tahapannya dan diumumkan secara berjenjang oleh KPU dan jajaran,” paparnya.

Dedi mengatakan, pada Pemilu atau pilkada kedepan, agar hal ini tdak terjadi lagi dan meminimalisir hal tersebut mohon kesadaran dan kerjasamalah dari semua pihak termasuk masyarakat sebagi pemilih untuk membantu pihak penyelenggara.” Juga kepada jajaran dibawah agar lebih pro aktif lagi sesuai tahapan yang sudah diatur dalam perundang-undangan,” pungkasnya. (Ira)