Aset Daerah Mau Diambil Alih Mafia Tanah” Pemprov Sum-Sel Kemana?

Jogyakarta, BorneOneTV.com_Tim kuasa hukum sesepuh dan alumni serta pelajar dan mahasiswa IKPM Sum-Sel bersatu meminta kepada kepala daerah Sum-Sel. Untuk turun tangan langsung mempertahankan aset daerah yang ada di jogjakarta, seperti asrama Pondok mesudji yang berdiri sejak 1950an turun menurun di huni oleh pelajar dan mahasiswa.

Kini para mahasiswa yang tergabung dari IKPM Sum-Sel dari 17 komesariat Bersatu tujuan untuk menyelamatkan asrama pondok mesudji yayasan batang hari sembilan

Belakangan ini terusik oleh orang yang tak bertanggung jawab, mengatas namakan pemilik lahan aset Asrama tersebut, hingga mau ngambil alih serta hendak dijual.

Pada tanggal 23 Maret 2020 asrama pondok mesudji didatangi oleh para petugas TNI-Polri serta Sat Pol PP. Dengan tujuan meminta penghuni asrama mengosongkan lahan tersebut, Namun nihil.

Kejadian seperti itu terulang lagi pada tanggal 22 April, hingga kembali lagi pada tanggak 4 Desember tak membuahkan hasil penggusuran ilegal. Dengan adanya tindakan mau menghancurkan bangunan asrama tersebut, untuk menjual aset asrama pondok mesudji jogja.

Tim Kuasa Hukum, Sesepuh dan Mahasiswa IKPM Sum-Sel bersatu

Tak terima hal itu Para sesepuh dan alumni bersatu membentuk tim hukum yang terdiri dari para sesepuh dan alumni jogjakarta

Asrama pondok mesudji ini kini dalam proses hukum pengadilan untuk setatus jual beli yang berbeda hingga sekarang aset tersebut belum ada putusan dari pengadilan negeri Jogjakarta.

Penggusuran paksa yang di lakukan mereka selama ini terjadi tak memiliki dasar hukum yang sah. Menurut Praktisi hukum dan tim lawyer pondok mesudji.

Atas tindakan ini kini para sesepuh dan alumni serta pelajar dan mahasiswa bersatu terus berupaya memperjuangan lahan tersebut,. Hingga tak jatuh ke tangan mafia tanah, demi untuk kepentingan pribadi. Tanpa rasa peduli.

Kini para seluruh warga Sum-Sel yang berada di jogjakarta, berpartisipasi aktif dalam memperjuangan lahan tersebut. Hingga mengecam tindakan mafia tanah yang melanggar hukum, konflik yang terjadi oleh pihak yang tak bertanggung jawab. (rilis tim)