Dampak Covid-19,Jumlah Penempatan PMI asal Kalimantan Barat ke Luar Negeri Menurun Drastis

Pontianak,BorneOneTV.com_ Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri yang difasilitasi oleh UPT BP2MI Pontianak mengalami penurunan sejak adanya pandemi covid-19.

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan dengan surat keputusan nomor 151 tahun 2020 yaitu penghentian sementara penempatan PMI ke luar negeri. Dan penempatan PMI hanya dilakukan pada Triwulan 1, yakni sebanyak 331 orang berdasarkan data SISKOP2MI (Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) yang dimiliki oleh Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia melalui unit kerjanya di Kalimantan Barat yaitu UPT BP2MI Pontianak kesejumlah negara penempatan PMI, antara lain ke negara Malaysia sebanyak 243 orang, Brunei Darussalam sebanyak 78 orang, Kongo sebanyak 7 orang dan Papua Nugini sebanyak 3 orang.

Bacaan Lainnya

Para PMI ini bekerja pada sektor Formal sebanyak 315 orang dan sektor Informal sebanyak 16 orang. Adapun pembagian berdasarkan jenis kelamin yaitu Laki-laki sebanyak 226 orang dan Perempuan sebanyak 105 orang.

Adapun berdasarkan daerah per kabupaten / kota, berturut-turut berdasarkan jumlah terbanyak yaitu Kab. Sambas sebanyak 213 orang, Kab. Kubu Raya sebanyak 33 orang, Kota Pontianak sebanyak 18 orang, Kota Singkawang sebanyak 6 orang, Kab. Sanggau sebanyak 4 orang, Kab. Mempawah sebanyak 3 orang, Kab. Landak sebanyak 2 orang Kab. Bengkayang dan Kab. Melawi masing-masing 1 orang sementara Kab. Kayong Utara, Kab. Kapuas Hulu, Kab. Ketapang, Kab. Sekadau dan Kab. Sintang tidak ada menempatkan PMI berdasarkan data yang ada.

Kepala UPT BP2MI Pontianak, Kombes Pol. Erwin Rachmat, S.IK menyampaikan bahwa penurunan penempatan PMI asal Kalimantan Barat yang ditempatkan tahun 2020 sangat drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya, bahkan penurunannya mencapai sekitar 70%. Hal ini diakibatkan oleh pandemi covid-19 yang menyebar ke seluruh negara penempatan yang kemudian pihak negara penempatan menutup penerimaan tenaga kerja asing termasuk PMI dan kebijakan penghentian sementara penempatan PMI oleh pemerintah sejak bulan Maret 2020.

“Adanya kebijakan relaksasi penempatan PMI oleh pemerintah pada awal bulan Agustus 2020 dengan pembukaan secara terbatas penempatan PMI ke 12 negara diantaranya adalah Aljazair, Hong Kong, Korea Selatan, Maladewa, Nigeria, Persatuan Emirat Arab, Polandia, Qatar, Taiwan, Turki, Zambia, Zimbabwe kemudian bulan Oktober 2020 penambahan menjadi 23 negara yaitu Aljazair, Arab Saudi, Ghana, Hongaria, Hongkong, Irak, Jepang, Korea Selatan, Maladewa, Nigeria, Persatuan Emirat Arab, Polandia, Qatar, Rusia, Selandia Baru, Serbia, Singapura, Swedia, Swiss, Taiwan, Turki,”ujarnya saat acara Coffee Morning bersama awak media pada hari, Senin (14/12/2020).

Sementara penurunan jumlah penempatan PMI asal Kalimantan Barat terjadi karena negara-negara yang dibuka ternyata bukan negara tujuan mayoritas PMI asal Kalimantan Barat, yaitu Malaysia dan Brunei Darusalam. Kedua negara tersebut juga masih menerapkan kebijakan tidak menerima tenaga kerja asing hingga saat ini. Dan menyikapi adanya kebijakan penghentian sementara penempatan PMI ke luar negeri dan relaksasi penempatan PMI ke beberapa negara dijadikan momentum UPT BP2MI Pontianak untuk gencar melakukan sosialisasi secara daring melalui media sosial maupun sosialisasi konvensional dengan protokol kesehatan secara ketat,”jelas Kombes Pol. Erwin Rachmat, S.IK.

Lanjut kata Kombes Pol. Erwin Rachmat, S.IK.,pihaknya telah membuat inovasi pelayanan diwujudkan dengan menghadirkan SiLVi (sistem layanan virtual) di desa dengan dua layanan virtual utama yang disiapkan yaitu layanan informasi penempatan PMI berupa data lowongan kerja ke luar negeri dan layanan pengaduan kasus PMI melalui elektronik formulir (e-form) dan komunikasi virtual melalui call center.

“Layanan ini semua gratis bagi masyarakat. Jadi masyarakat cukup datang ke kantor desa untuk dapat memanfaatkan layanan tersebut. SiLVi ini baru hadir di Desa Tebas Sungai, Kec. Tebas dan tahun depan akan ditempatkan di beberapa desa yang merupakan kantong PMI dan yang banyak PMI yang berangkat secara non prosedural,”kata Kombes Pol. Erwin Rachmat, S.IK.(Dodi).