Hasil Lab Baristan Pontianak Positif terjadi Pencemaran, DPRD Sambas bersama Dinas Kembali Sidak ke PT. RWK

Sambas, BorneOneTV.com_DPRD Sambas bersama Dinas Perkim LH, Dinas terkait lain nya , LSM , serta masyarakat lakukan sidak ke PT. Rana Wastu Kencana ( RWK), Sambas, Kalimantan Barat, Selasa, ( 8/ 12/ 2020).

DPRD Sambas, Komisi II, Dinas Perkim LH, Dinas terkait, LSM, bersama masyarakat lakukan sidak di perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Rana Wastu Kencana.

Sidak dilakukan paska Hearing antara DPRD Sambas, Komisi II, Dinas Perkim LH, dinas terkait, LSM, serta masyarakat, setelah membahas hasil LAB Baristand Pontianak yang menyatakan telah terjadi Pencemaran air. Semua pihak menyepakati untuk melakukan sidak di PT. Rana Wastu Kencana (RWK).

Rombongan DPRD Sambas, beserta Dinas Terkait sempat tertahan di pos Security, dan di Pos tersebut ada Anggota Humas Legal Budiyono, yang menjelaskan bahwa ada instruksi dari pimpinan perusahaan, dan kita disini ada dua Manager, yang menanyakan kunjungan ini dari mana, dan tujuan ke perkebunan atau Pabrik, jadi pimpinan minta kepastian yang jelas, ujar Budiono. Akhirnya Kepala Dinas Perkim LH menelepon pimpinan perusahaan dan Rombongan diperbolehkan masuk melakukan sidak.

 

Ketika DPRD Sambas, Komisi II ( dua) bersama Dinas Perkim LH, Dinas terkait, LSM, dan masyarakat melakukan sidak , ditemukan kolam Limbah yang diduga tidak memiliki Ijin, serta masih ditemukan tumpukan Jangkos ditempat yang sama pada saat sidak pertama.

Diluar kolam Limbah, terdapat Pipa yang mengalirkan air, Dinas Perkim LH mengambil Sample air di luar kolam tersebut yang nanti nya akan di bawa ke LAB Kembali.

Kepala Dinas Perkim LH, Eko Susanto Menjelaskan, Tumpukan Jangkos disini tidak memiliki ijin dan Kabid Dinas Perkim LH, Septiza Menambahkan, setelah melihat kondisi tumpukan Jangkos, di Amdal nya kan ada dua, limbah padat dan limbah cair, kalau alurnya menyalahi, maka akan kita ulang dan ijin nya bisa dicabut, Jelas Septiza, Selasa, ( 8/ 12/ 2020).

DPRD Sambas, Ketua Komisi II (dua), Ahmad Hapsak Setiawan mengatakan, akan melakukan Hearing kembali, mengundang pihak perusahaan, dan segera mengeluarkan Rekom buat Dinas terkait, jelas Ahmad, Selasa, ( 8/ 12/ 2020).