Aliansi Umat Islam Bersatu Mempawah Nyatakan Sikap, Minta Habib Rizieq Dibebaskan

Mempawah, BorneOneTv.com – Puluhan umat muslim yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam Bersatu (AUIB) Kabupaten Mempawah, membuat pernyataan sikap terkait kasus yang saat ini menimpa Habib Rizieq Shihab (HRS), pada Rabu (16/12/2020).

Pernyataan sikap tersebut disampaikan di hadapan Wakapolres Mempawah. Sedikitnya ada 8 pernyataan yang disampaikan, dimana pada intinya mereka meminta agar HRS dapat dibebaskan dari kasus yang saat ini menimpanya.

Diwawancarai usai pernyataan sikap tersebut, Juru Bicara (Jubir) Aliansi Umat Islam Bersatu Kabupaten Mempawah, Muhammad Solihin menegaskan, bahwa pihaknya siap menjadi penjamin agar HRS sebagai imam besar umat muslim Indonesia itu agar dapat dibebaskan.

“Ini berkaitan dengan rasa keadilan saja. Semua orang taulah, apa sih kejahatan yang Habib Rizieq buat? Dia koruptor? Dia jual aset negara? Dia jual negara ini? Tidak pernah,” tegasnya

Menurutnya, penetapan tersangka sekaligus penahanan HRS sama sekali tidak masuk akal. Sebab jika hanya didasarkan pada kejadian kerumunan sehingga menyalahi protokol kesehatan, maka seharusnya Polri juga dapat bertindak adil pada pelanggar-pelanggar lain, utamanya terkait Pilkada serentak 2020.

“Jangan jauh-jauh, lihat yang di depan mata kita, seperti di Solo, di Medan, apakah karena dia anak sultan? Lalu mereka boleh? Dan HRS sudah disanksi dan itu sudah dibayar sanksinya,” katanya.

Terlepas dari itu, pernyataan sikap yang disampaikan juga terkait dengan tewasnya 6 laskar FPI, pengawal HRS, yang dinyatakan terbunuh di Km 50 Tol Jakarta-Cikampek.

“Kita berharap dibentuknya tim independen, tim pencari fakta yang paling tidak dikomandani Komnas HAM dengan melibatkan orang-orang yang berkompeten termasuk lah para pakar, baik dari institusi maupun lembaga independen, agar kewibawaan negara ini terlebih khusus kewibawaan polri kembali hadir,” terangnya.

Dengan tegas pula, Solihin menyatakan pihaknya memberikan deadline jika pernyataan sikap ini tidak diindahkan oleh Mabes Polri, maka masyarakat muslim yang tergabung di bawah Aliansi Umat Islam Bersatu Kabupaten Mempawah akan berbondong-bondong ke pusat untuk melakukan aksi.

“Awalnya kita tadi ingin mengerahkan massa (untuk di Mempawah), namun karena komunikasi kita dengan pihak Polres sangat baik, dan tadi malam saya dihubungi agar perwakilan saja, karena menghormati hubungan baik juga dengan polres, maka kita amini,” jelasnya.

Ia pun berharap, mudahan dalam wakti 7 hari ke depan, HRS bisa dibebaskan dari tuduhan kasus yang menimpanya saat ini. “Kita yakin dari Polres Mempawah akan sampaikan ini ke pusat, makanya kami juga desak yang di pusat,” pungkasnya. (pul)