Direktur PDAM Sambas Jawab keluhan Warga Kecamatan Tebas

Sambas,BorneOneTV.com- Direktur PDAM Sambas jawab keluhan warga Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas yang mengeluhkan aliran air ( PDAM ) Cabang Tebas terhenti selama enam hari, Sambas, Kalbar, Jumat,( 18/ 12/ 2020).

Tidak mengalir nya air PDAM kerumah warga berawal dari pecahnya Piva di tiga titik yang di akibatkan oleh alat berat yang digunakan untuk menggali guna pekerjaan pelebaran jalan jembatan sungai sambas besar.

Harusnya pihak Kontraktor bertanggung jawab dan sigap dengan persoalan ini, karena akibat dari ketidak hati- hatian mereka, sehingga mengorbankan masyarakat, maupun warga untuk mendapatkan air bersih, karena Piva pecah dan tidak bisa di aliri air.

Direktur PDAM Tirta Muare Ulakan, Arpandi, SP, menjelaskan, terkait dengan kendala masyarakat tebas selaku Pelanggan PDAM yang rumahnya tidak bisa di aliri air, dikarenakan Piva air pecah akibat alat berat proyek pelebaran jalan Nasional untuk menuju Jembatan Sungai Sambas besar.

Sebelum proyek galian dimulai, PDAM sudah berkoordinasi dengan pelaksana kegiatan untuk penggalian ini supaya tidak menimbulkan hal-hal yang kemudian kita kawatirkan sekarang ini, pada saat itu kita sudah membentuk tim secara khusus yaitu dengan menunjuk kacap tebas dan kawan-kawan di teknik tebas itu sebagai pengawas internal dari pilihan yang kemudian kita akan untuk berkoordinasi dan mengawasi secara bersama kegiatan penggalian.

Penanganan terhadap kebocoran piva itu kita sudah berusaha untuk melakukan perbaikan- perbaikan, dimulai dari hari Senin kemarin sampai kemudian Kamis kemarin, jelas Arpandi.

Dengan tanggung jawab bersama dengan pelaksana dilapangan, namun ada kendala-kendala yang dihadapi adalah alat yang kita butuhkan masih menunggu datangnya dari Pontianak.

Hari ini berlanjut untuk perbaikan, masalah kebocoran, kita juga ingin secepatnya diperbaiki, ini adalah saluran yang satu-satunya bisa jadi sebagai penghubung untuk distribusi alternatif lain kalau misalkan mobil tangki dan sebagainya tentu ini juga sangat terbatas.

Kami berharap pihak kontraktor bisa membiayai penuh kerusakan akibat kerusakan yang disebabkan mereka.

Untuk hitung-hitungan nanti Seperti apa kita lihat hasil akhir Berapa nilai nya, dan akan dituangkan dalam berita acara kesepakatan kedua belah pihak, Tutup Arpandi. ( Dedi Anggara).