Dewan Pendidikan Kalbar Mendukung Proses Belajar Tatap Muka 2021

Pontianak, BorneOneTV.com_Dewan Pendidikan Prov Kalimantan Barat melakukan kegiatan Press Release Outlook Pendidikan Kalbar 2021 diruang Sekretariat Dewan Pendidikan Prov Kalbar, di hadiri oleh Sekretaris Pendidikan dan Kebudayaan Prov Kalbar di Jl. Sultan Abdurrahman Kota Pontianak, 21 Desember 2020

Ketua Dewan Pendidikan Prov Kalbar, Dr. H. Muhamad Ali M.Psi menyampaikan, Dewan pendidikan sebagai lembaga yang dibentuk dari amanat UU 20/2003 tentang sistem pendidikan Nasional, yaitu membantu pemerintah mencapai tujuan pendidikan. Khususnya Dewan Pendidikan Prov Kalbar wajib membantu pemerintah provinsi Kalimantan Barat dalam mewujudkan Visi dan Misi Gubernur Kalimantan Barat. Sesuai dengan pasal 56 ayat (2)

“Dewan pendidikan sebagai lembaga mandiri dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan, arahan dan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan pada tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota yang tidak mempunyai hubungan hirarkis” sampainya dalam kegiatan Press Release

Kemudian Ketua Dewan Pendidikan Prov Kalbar Muhamad Ali mengatakan mendukung pendidikan tatap muka 2021 dengan mempersiapkan protokol kesehatan dengan ketat dan sesuai aturan 3M memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak serta menghindari kerumunan. “Paparnya kepada wartawan borneonetv, Senin 21/12/2020

Pada prinsipnya kesiapan pendidikan tatap muka 2021 harus menyetujui dari orang tua dan pemerintah daerah setempat “Walaupun protokol kesehatan sudah dipenuhi, tapi orang tua harus menberikan ijin”

Proses belajar mengajar tatap muka, nantinya akan dibagikan sif sesuai kondisi dilapangan dan juga untuk menghindari dari kerumunan dengan menjaga jarak

Pelaksaanan kegiatan tatap muka proses belajar mengajar akan dilakukan di semester yang akan datang bulan Januari 2021, dan dilakukan Rapit Test secara random kepada siswa untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Jadi, tidak semua dilakukan rapit test, ada yang dilakukan, ada yang tidak. Kecuali sudah memenuhi sayarat dan perlu dilakukan Rapit Test” ungkapnya

Pihaknya terus melalukan pantauan terhadap pendidikan khususnya wilayah Kalimantan Barat sesuai peraturan yang berlaku. “Kami akan melihat apakah yang dijalankan saat ini sesuai peraturan yang tidak merugikan masyarakat, tidak boleh anak tirikan, dan tidak boleh dilemadikan. Harus berkeadilan sejalan dengan masyarakat” Katanya

Sudah lebih dari 10 tahun urutan dunia pendidikan Kalimantan Barat masih rendah hingga sampai saat ini urutan pendidikan kalbar berada di urutan posisi 30 dari 34 Provinsi di Indonesia.

Pemerintah sudah berupaya berbuat yang terbaik untuk dunia pendidikan Kalbar. begitu juga dengan pemerintah daerah untuk memperjuangkan pendidikan yang lebih baik supaya posisinya naik. Pihaknya sebagai Dewa Pendidikan Kalbar akan terus berjuang untuk kedepanya yang lebih baik. Walaupun faktanya saat ini pendidikan kalbar sudah ada peningkatan. “Tutupnya Muhamad Ali

Ditempat yang sama Ketua Komisi Dikmen Dewan Pendidikan Kalbar, Dr. Harry Saderach menambahkan mengukur penyebab hambatan pendidikan dikalbar karena masih tinggi anak putus sekolah, kemudian masa tamat sekolah banyak terhambat oleh faktor ekonomi. Namun melalui BKM masyarakat bisa terbantu.

Secara umum pendidikan kalbar infrastruktur masih minim, kebutuhan tenaga pengajar guru masih kurang minimal 10.000 guru ditempatkan daerah tertinggal yang sulit terjangkau pendidikan agar anak tidak putus sekolah ditengah jalan, kemudian kualitas guru dan model-model pembelajaran harus diskualifikasi sesuai dengan kondisi setempat agar tidak terlalu menonton. “Pungkasnya (Hadin/Dodi)