Kasus Penemuan Mayat Bayi di Keramba Ikan Belum Terungkap, Kapolres Mempawah: Apabila Ada yang Dicurigai Kita Lakukan Tes DNA

Mempawah, BorneOneTv.com – Kasus penemuan bayi laki-laki yang tersangkut di keramba ikan milik warga, di Desa Antibar RT 10 RW 03, Kecamatan Mempawah Timur, pada 14 Desember 2020 lalu, hingga kini belum menemukan titik terang.

Meski demikian, pihak kepolisian Resort Mempawah terus melakukan berbagai upaya agar kasus tersebut dapat terungkap, sehingga dapat diketahui siapa orang tua biadab yang tega membuang bayi malang yang tak berdosa itu.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah mengatakan, bahwa pihaknya sudah mengambil sampel DNA, baik itu kuku maupun rambut dari bayi tersebut. Apabila nanti ada yang dicurigai akan dilakukan penyelidikan dan dilakukan tes DNA.

“Pembuktiannya ya seperti itu nantinya. Mengunakan metode DNA. Apabila ada yang kita curigai kita langsung selidiki,” ujarnya kepada awak media diwawancarai saat Konferensi Pers akhir tahun 2020 Polres Mempawah yang digelar di Aula Rupatama Mapolres setempat, pada Rabu (30/12/2020).

Memang untuk bukti-bukti sepertinya minim, apalagi kata Kapolres hingga saat ini pihaknya belum mendapat laporan terkait kasus ini. Namun pihaknya terus berupaya agar bisa mengungkapnya.

“Kita belum ada mendapat laporan dari warga terkait ada wanita yang sedang hamil tiba-tiba terlihat tidak hamil lagi, sementara anaknya tidak ada maupun laporan-laporan lainnya terkait kasus ini,” katanya.

Tapi jelas Kapolres, dirinya telah memerintahkan jajarannya yang menangani kasus ini untuk membuka outline agar bisa mendapatkan informasi-informasi lebih dalam mengenai penemuat mayat bayi laki-laki tersebut.

“Saya sudah perintahkan Kasat Reskrim untuk membuak outline informasi terkait itu. Mudahan kasus ini segera terungkap,” harapnya.

Disinggung apakah pelaku dari Kabupaten Mempawah, Kapolres menegaskan pihaknya belum bisa memastikan itu. Mengingat penemuan bayi tersebut di sungai, apalagi sungai ini cukup panjangan bentangannya.

“Apakah ibu dari bayi itu orang Mempawah atau dari luar Mempawah kita belum bisa memastikan. Intinya sekarang kita menunggu juga informasi dari masyarakat. Bila ada hal-hal yang mencurigakan segera laporkan ke kita,” pintanya.

Terlepas dari itu, Kapolres Fauzan juga menegaskan, bahwa tidak hanya kasus penemuan mayat bayi laki-laki ini yang jadi prioritas pihaknya, melainkan semua kasus yang belum terungkap juga jadi prioritas.

“Semua kasus yang belum terungkap jadi prioritas kita, maka dari itu kami butuh dukungan masyarakat Kabupaten Mempawah untuk membantu kami dalam hal mengungkap kasus-kasus ini,” pungkasnya. (pul)