Rindu Terobati, Terduga Teroris Tatap Muka dengan Pihak Keluarga di Dunia Maya

Mempawah, BorneOneTv.com – Rindu kepada orang tua ataupun keluarga memang sulit untuk dibendung. Mungkin hal itu yang kini dirasakan oleh pria berinisial AR ini. Lelaki 21 tahun tersebut sudah hampir 7 bulan tidak bisa menemui keluarganya.

Hal itu dikarenakan, AR merupakan terduga teroris yang ditangkap oleh Tim Densus 88 pada Juni 2020 lalu di Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. Keberadaan AR saat ini masih mendekam di Rutan Cikeas Bogor.

Untuk sedikit mengobati rasa rindu, AR pun meminta kepada Tim Densus 88 agar dapat berkomunikasi melalui dunia maya dengan keluarganya yang ada di Sungai Pinyuh. Hal itu pun disetujui.

Kapolsek Sungai Pinyuh, Kompol B Sembiring membenarkan perihal tersebut, bahwa pihaknya diminta oleh Tim Densus 88 untuk memfasilitasi zoom meeting antara AR dan keluarganya, pada Selasa (5/1/2020).

“Zoom meeting ini kita laksasakan di rumah orang tuanya terduga. Kita diminta oleh Tim Densus 88 untuk memfasilitasi,” ujarnya.

Dijelaskan Kapolsek, pertemuan tatap muka di dunia maya ini langsung diminta oleh terduga teroris dan itu disetujui. Ini sebagai bentuk pelayanan dari Tim Densus 88.

“Kita dengar sendiri dari terduga, bahwa dirinyalah yang meminta untuk dapat komunikasi dengan keluarganya. Ini yang kedua kalinya terduga berkomunikasi dengan kelaurganya. Tapi yang pertama dulu hanya video call biasa saja tanpa fasilitas dari pihak kita,” pungkasnya.

Sementara itu, ISK ayah terduga teroris merasa bahagia bisa bertatap muka dengan anaknya tersebut, meski hanya lewat dunia maya. Dirinya mengaku ini dapat mengobati rindu yang dirasakan selama ini.

“Bisa berjumpa dengan anak saya kerinduan terobati. Banyak-banyak terimakasih untuk Tim Densus 88 dan Kapolsek Sungai Pinyuh yang sudah memfasilitasi ini,” ujarnya.

Dirinya pun mengatakan, dari apa yang dilihatnya melalui zoom meeting tersebut anaknya dalam keadaan sehat dan terlihat gemuk. Ia juga berpesan kepada anaknya itu untuk selalu menjaga kesehatan.

“Kita juga berharap selama AR di sana bisa lebih baik lagi dari sebelumnya,” harapnya.

Ia juga menyampaikan terkait soal persidangan yang akan dijalani AR, bahwa dirinya telah berpesan agar anaknya itu untuk bisa menerima putusan dengan lapang dada.

“Putusan nanti harus diterima, jangan banding dan mikir-mikir. Tentu harapan kita juga kalau memang AR terbukti bersalah putusan hukuman nanti tidak berat. Namun pihak keluarga juga menerima apa pun putusan majelis hakim nantinya,” terangnya.

Ia juga mengatakan, bahwa harapan AR kalau nanti dinyatakan bersalah, masa tahanannya bisa dijalankannya di Kalimantan agar bisa dekat dengan keluarga sehingga pihak keluarga pun bisa untuk menjenguk.

“Tapi tadi AR bilang ragu akan hal itu, karena dari pihak Kalimantan takut tidak menerima orang seperti dia. Apalagi kasus dia ini baru pertama terjadi di Sungai Pinyuh,” terangnya.

Sementara itu, andaikan, kata ISK anakanya tersebut tidak terbukti bersalah, maka segera kembalikan AR ke keluarganya. “Tentu kita ingin dibebaskan kalau memang tidak terbukti bersalah biar bisa berkumpul lagi dengan keluarga,” pungkasnya. (pul)