Hari ini, Pihak Maskapai Sriwijaya Berangkatkan sebagian Keluarga Korban Ke Jakarta

Kubu Raya, BorneOneTV.com_Pihak Maskapai Sriwijaya menyampaikan, sampai saat ini jumlah keluarga korban yang mendaftarkan ke Posko Ante Mortem sebanyak 13 orang keluarga korban penumpang

Distrik Manager Sriwijaya, Faisal Rahman mengatakan sebanyak 9 orang keluarga korban sudah diberangkatkan ke Jakarta dengan penerbangan Sriwijaya Air 185 pagi. Sedangkan 4 orang yang mendaftarkan keposko Ante Mortem hari ini akan diberangkat ke Jakarta sore nanti. “Ujarnya kepada wartawan. Senin 11/1/21

Keluarga korban 9 orang tersebut sudah sampai di Jakarta dan berada di hotel. Segala kebutuhan pokok selama dijakarta akan ditanggung oleh pihak maskapai Sriwijaya

“Kalau ada permintaan dari keluarga korban untuk berangkat ke jakarta, pihak maskapai Sriwijaya akan menfasilitasi semua kebutuhan baik transportasi dan akomodasinya”

Kemudian keberangkatan Keluarga korban pihaknya membatasi hanya mewakili berangkat bisa berangkat, 1 orang korban hanya bisa diwakili 2 orang keluarga korban

Penerbangan Sriwijaya Air PNK-Jkt sudah membawa 9 orang keluarga korban dan 19 Sample DNA tadi pagi yang sudah dikumpulkan dari keluarga korban kemarin. Kemudian sampel tersebut dibawa ke Lab Cipinang. Pungkasnya

Kombes Pol dr CH. Susilo Dwijatmoko (DVI Polda Kalbar)

Kepala Dokkes DVI Polda Kalbar, Tri Susilo menambahkan sampai hari ini sudah mengumpulkan sampel DNA sebanyak 21 orang keluarga korban, dan 20 orang mewakili 26 orang korban. Sedangkan 19 sampel DNA sudah dibawa ke Jakarta melalui penerbangan Sriwijaya. Senin 11/1/21 sekitar pukul 07 Wib pagi.

Hari ini penambahan sampel DNA hanya 2 sampel dari keluarga korban yang diambil di Posko Ante Mortem di Bandara Internasional Supadio kemudian sampel DNA tersebut akan dikirim besok pagi .”Paparnya

Tim DVI terus melakukan pengambilan sampel DNA mulai dari Lampung 3 sampel DNA, Pekanbaru 1 sampel DNA, dan Keramat Jati 16 sampel DNA. Kata

Hingga saat ini Jumlah sampel DNA terkumpul sebanyak 41 orang yang diambil dari keluarga korban Sriwijaya SJ-182. “tutupnya (Hadin)