Kisah Dua Penumpang Dalam Daftar Manifes Pesawat Sriwijaya SJ-182 Yang Lolos Dari Maut

Pontianak,BorneOneTV.com_ Paulus Yulius Kollo asal Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Indra Wibowo asal Aceh merupakan penumpang yang ada dalam daftar manifes pesawat Sriwijaya SJ-182 yang lolos dari kecelakaan.

Saat ditemui dirumah kerabatnya di gg.Nusa, Sui.Jawi Pontianak (11/01), Paulus Yulius Kollo dan Indra Wibowo membenarkan jika namanya ada dalam daftar minifes pesawat Sriwijaya SJ-182 tujuan Pontianak yang jatuh di wilayah perairan kepulauan Seribu.

Keduanya diketahui selamat oleh pihak keluarga setelah tiba di Pontianak dengan menggunakan KM.LAWIT pada hari Minggu (10/01/2021).

Menurut Paulus Yulius Kollo, dirinya bersama rekannya Indra Wibowo beserta empat rekan lainnya berangkat ke Pontianak akan bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi di Wilayah Kalbar.

“Kami rombongan enam orang berangkat dari Makassar tanggal (4/01/2021) dengan menggunakan pesawat Sriwijaya tujuan Pontianak dan akan transit melalui bandara Soekarno Hatta. Namun setibanya di bandara Soekarno Hatta, saya dan rekan saya Indra Wibowo tidak bisa melanjutkan perjalan ke Pontianak karena tidak melakukan sweb test pada saat berangkat dari Makassar, sementara keempat temannya yang sudah melakukan sweb test saat berangkat dari Makassar tetap melanjutkan perjalananya dengan menggunakan pesawat Sriwijaya tujuan Pontianak, sementara saya bersama rekan saya Indra Wibowo atas kebijakan pihal maskapai Sriwijaya diundur keberangkatannya untuk tanggal (9/01/2021) dengan menggunakan pesawat SJ-182,”ujarnya.

Lanjut kata Paulus Yulius Kollo, akibat penundaan tersebut, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menunggu di rumah keluarganya di Jakarta, sambil menunggu kebijakan wajib sweb test bagi penumpang dari Pemprov Kalbar yang direncanakan berakhir pada (8/01/2021). Namun ternyata kebijakan tersebut diperpanjang oleh Pemprov Kalbar, sehingga kami tetap harus melakukan sweb test agar bisa berangkat ke Pontianak,sesuai jadwal. Dan kami berdua pun akhirnya pergi ke salah satu rumah sakit di Jakarta untuk melakukan sweb pcr,”tuturnya.

“Pada saat melakukan pengecekan biaya sweb pcr, ternyata biayanya cukup mahal. Kerena waktunya mepet, untuk yang hasilnya cepat biaya lebih dari 2 juta rupiah/orangnya. Karena mahal, akhirnya kamipun memutuskan untuk memilih berangkat dengan jalur laut, kebetulan pada hari itu (8/01/2021) ada jadwal keberangakatan dari KM. LAWIT tujuan Pontianak, sehingga kamipun memutuskan untuk berangkat menggukan KM.LAWIT tanpa melakuan pembatalan tiket pesawat Sriwijaya SJ-182,”kata Paulus.

Menurut Paulus Yulius Kollo, dirinya dan rekannya Indra Wibowo baru mengetahui kabar pesawat Sriwijaya SJ-182 hilang kontak pada saat tiba di Pontianak, hari minggu (10/01) pagi. Keduanya terkejut saat mendapat telepon dari pihak keluarga dan melihat namanya ada dalam urutan 1 dan 2 dalam daftar manifes pesawat Sriwijaya SJ-182 yang mengalami kecelakaan di wilayah perairan kepulauan Seribu.

“kami merasa sangat bersyukur bisa selamat dari musibah kecelakaan pesawat tersebut,”ucap Paulus dan Indra Wibowo.(Dodi).