Jalan Bonti-Sami Jadi Keluhan di Medsos, Jhon Hendri: Sudah Masuk List Perbaikan

Kondisi jalan Bonti-Sami Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau yang terlihat seperti kubangan lumpur. (Ist)

BorneOneTv.com – Masyarakat Kabupaten Sanggau kerap mengeluhkan Jalan Bonti-Sami, Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau yang kondisinya rusak parah, bahkan sudah tampak seperti kubangan lumpur.

Tak jarang kondisi ini membuat masyarakat menyampaikan keluhannya melalui Media Sosial (Medsos). Seperti yang dilakukan akun Facebook Ardan Caca. Dirinya mengatakan, bahwa jalan tersebut padahal tidak jauh dari pusat Ibu Kota Kecamatan, namun kondisinya tak kunjung diperbaiki.

“Jalan Desa Sami cuma 3 km dari Ibu Kota Kecematan, jadi desa yang terdekat dari kecematan seluruh desa di Kabupaten Sanggau. Dari camatnya Tarmiji sampai sekarang. Tidak pernah berubah,” begitu bunyi postingannya pada, Selasa (9/2/2021).

Postingan tersebut pun mendapat 34 like, 55 komentar dan empat kali dibagikan. Dari postingan itu pun berbagai komentar diutarakan oleh pengguna akun Facebook lainnya. Salah satunya akun Facebook Ande. Ia mempertanyakan janji-janji saat pemilihan dulu.

“Pada kemana yang janji ke janji menjelang Pileg, Pilkada dan pil pil yang lain ni????,” komentarnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas (Kadis) Bina Marga dan SDA Kabupaten Sanggau, Jhon Hendri mengatakan, bahwa terkait Jalan Bonti-Sami sekitar tiga sampai empat km, diakuinya memang dalam kondisi tidak baik. Apalagi dipengaruhi dengan kondisi hujan.

“Memang kondisinya tidak baik, karena saya beberapa bulan yang lalu juga melalui jalan tersebut. Jadi kerusakan jalan itu memang terasa, apalagi ditambah kondisi hujan seperti ini,” ujarnya, kemarin.

Tentunya kata Jhon Hendri ini akan menjadi perhatian pihaknya. Bahkan diakuinya jalan tersebut sudah masuk dalam daftar list pihaknya. Hanya saja memang penganggarannya belum ada.

“Jadi saya minta kepada kepala desa setempat untuk membuat usulan kembail ke pihak kita, sekaligus mengingatkan kami kembali untuk dapat dianggarkan pada 2022 mendatang. Bagaimanapun itu tetap tanggung jawab kita,” pungkasnya. (pul)