Gubernur Kalbar Ajak Pengusaha Jaga Hutan Jangan Karhutla Saat Mengukuhkan Pengurus DPP MABT Kalbar

Pontianak, BorneOneTV.com_Gubernur Kalbar H Sutarmidji, SH,M.Hum mengajak para Pengusaha yang tergabung dalam Kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Majelis Adat Budaya Tionghoa (DPP MABT) Kalbar untuk bersama-sama menjaga hutan dan lahan agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Saat ini, yang paling mengkwatirkan dirinya adalah bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

“Terima kasih kepada Yayasan Soaial yang memiliki Pemadam Kebakaran berkiprah untuk membantu kita memadamkan api. Tahun ini, Titik Hostpot di Kota banyak sekali. Saya ajak Pengusaha yang tergabung dalam MABT untuk bisa menjaga jangan sampai terjadi Karhutla,” ajak H Sutarmidji, SH, M.Hum, Sabtu (20/2), saat mengukuhkan Pengurus DPP MABT Kalbar di Hotel Kapuas Palace, Pontianak

Kemudian, mantan Wali Kota Pontianak juga mrminta kepada semua pengurus DPP MABT yang baru saja dikukuhkan untuk bisa menjalankan program kerjanya dan meningkatkan serta membangun kebersamaan dengan berbagai suku dan etnis di Kalbar maupun di Indonesia.

Ketua umum DPP MABT, Paulus Andi Mursalin menyatakan siap melaksanakan dan menjalankan amanah ini.

“Saya mengajak semua Pengurus DPP MABT yang baru saja dikukuhkan untuk bersama-sama bekerja menjalankan program kerja yang sudah ada. Kita senantiasa juga menjaga hubungan baik dengan semua etnis di Kalbar agar tetap harmonis untuk Kalbar dan Indonesia,” kata Paulus Andy Mursalim.

Anggota DPR RI yang juga mantan Gubernur Kalbar Drs Cornelis, MH meminta kepada Pengurus DPP MABT Kalbar untuk segera merevisi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) MABT dan mendaftarkan MABT di Kesbangpol dan Kemenkumham.

“Saya harap, AD/ART segera direvisi dan MABT harus didaftarkan di Kesbangpol dan Kemenkumham,” pinta Drs Cornelis.

Ketua Pembina MABT Kalbar Santyoso Tio, SH, MH mengatakan keberadaan MABT merupakan satu-satunya Wadah Organisasi Tionghoa yang berada di Kalbar.

“Ini merupakan kebanggaan kita bersama, karena wadah ini hanya satu-satunya di Indonesia terdapat di Kalbar,” kata Santyoso Tio.

Kepada segenap Pengurus DPP MABT, Santyoso Tio yang juga Ketua Kadin Kalbar berpesan untuk selalu menjaga kekompakan antar Pengurus dan menjaga keharmonisan masyarakat Tionghoa serta meningkatkan kerjasama dan silaturrahmi dengan lembaga adat, etnis yang ada di Kalbar pada khususnya, Indonesia pada umumnya.

“Saya harap, para Pengurus DPP MABT juga harus turut serta mendukung program pemerintah dalam mengembangkan ekonomi sesuai potensi yang dimiliki untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan menurunkan tingkat pengangguran,” harapnya.

Disamping itu, Pengurus DPP MABT juga diminta untuk mempelajari dan melestarikan adat budaya Tionghoa di Kalbar untuk menangkal persepsi-persepsi negatif yang sengaja di buat oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Disisi Lain, Tokoh Tionghoa Kalbar, Arie Chandra menyampaikan bahwa keberadaan MABT merupakan wadah pemersatu keberagaman adat dan budaya itu sendiri.

“MABT diminta untuk dapat melestarikan Budaya dan adat yang tumbuh dan berkembang di masyarakat Tionghoa,” pinta Arie Chandra saat menyampaikan kesan dan pesannya. (L4Y).