Modal Jaminan SPK Palsu, 6 Pelaku Kontraktor di Tahan Kejati Kalbar: Akibat Korupsi hingga Milliaran Rupiah

Pontianak, BorneOneTV.com_Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat mengamankan 6 orang pelaku melakukan tindak pindana korupsi dengan pembiayaan pengajuan kredit dan pengadaan barang jasa di salah satu Bank di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalbar, Mashudi menyampaikan pengajuan pembiayaan kridit tersebut jaminan berupa SPK yang dipalsukan, dengan motif seolah-olah mendapatkan pekerjaan pembangunan karena surat perintah kerja (SPK) dibawah 200jt maka mekanisme pekerjaan pembangunan adalah penunjuk langsung (PL) “ungkapnya Mashudi dalam jumpa pers di kantor Kejati, Selasa (23/2/2021).

Sesuai anggaran dana yang tercantum dalam kontrak tersebut merupakan anggaran proyek dari Kementrian Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi NO: 0689/060.01.2.01/29/2018 merupakan SPK Palsu, tegasnya

Ke enam tersangka tersebut yang diamankan yakni, PP, SK, CDB, KD, DK dan A yang melakukan tindak pidana korupsi mengakibatkan kerugian negara sebesar 8.2 Milliar kemudian uang yang berhasil diselamatkan oleh penyidik sebesar Rp1,5 Miliar

“Dan Perkara ini lanjutan dari perkarka tersangka yang sudah dilakukan penahanan sebelumnya, dan akan segera dilimpahkan ke pengadilan untuk penyelesaianya perkara ini” katanya

Sampai saat ini tersangka tindak pindana korupsi dengan pembiayaan keridit dan proyek fiktif berjumlah 10 oarang tersangka yang sudah diamankan dan ditahan.

Kejati Kalbar terus melakukan penyidikan terhadap indikasi yang lain, dan selalu terbuka kemungkinan ada indikasi yang lain. Untuk menetapkan tersangka yang lain setelah para penyidik mempunyai dua alat bukti yang cukup yang memang ada hubungan dan peranannya” Ujarnya Kepada awak media

Ke enam tersangka merupakan rekanan kontraktor dan satu tersangka dari pihak bank. Dari ke enam tersangka masing-masing mempunyai perusaan tersendiri “ ada yang dapat tiga paket, ada yang dua paket tapi semuanya itu hanya untuk menyelabui aja” kata Kejati Kalbar Mashudi

Uang yang berhasil diselamatkan akan dititipkan disalah satu Bank supaya lebih aman, uang tersebut akan dikembalikan setelah ada keputusan dari pengadilan.

Akibat perbuatanya para tersangka yang mengakibatkan kerugian negara sebesar RP 8.8 Milliar dengan perbuatan tersangka melanggar Pasal 2 ayat 1, Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat 1, 2, 3, UU No. 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah UU No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat 1 Ke 1 KUHP. Tutupnya Mashudi

(Tim)