Tersangka Belum Ada, Dugaan Penyelundupan Ikan Hias Channa di PLBN Entikong Masuk Tahap SPDP 

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Entikong, Rudi Astanto

Sanggau, BorneOneTv.com – Kasus dugaan penyelundupan ikan hias (channa) yang dilakukan dua oknum pegawai Imigrasi Entikong, saat ini sudah masuk tahap Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP).

Hal tersebut disampaikan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Entikong, Rudi Astanto saat ditemui di ruang kerjanya, pada Senin (23/2/2020) sore. Dikatakannya, bahwa SPDP yang diterimanya dari Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Entikong belum ada nama tersangka.

“Untuk kasus ikan hias (channa) hasil penangkapan di Border beberapa waktu lalu, pihak Balai Karantina Ikan sudah mengirim SPDP umum ke kita pada 16 Februari 2021 lalu, di mana belum ada nama tersangka yang ditetapkan,” ujarnya.

Proses selanjutnya kata Rudi, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Entikong untuk tingkat penyidikan lebih lanjut terkait proses perkembangannya.

“Untuk kasus ini pihak kita menunjuk dua jaksa yang akan menanganinya,” terangnya.

Disinggung belum ada ditetapkan sebagai tersangka, Rudi mengatakan itu masih ranah penyidikan, lebih tepatnya nanti tanyakan ke penyidikan proses perkembangannya. Namun ditegaskannya, bahwa setelah 30 hari setelah SPDP masuk, penyidik wajib mengirim berkas tahap 1.

“Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) bahwa setelah 30 hari SPDP penyidik wajib mengirimkan berkas tahap 1 untuk kita teliti,” katanya.

Andaikan nanti kata Rudi tidak ditemukan tersangka, maka pihaknya akan menyurati yang namanya P17 terkait sejauh mana hasil perkembangan penyidikan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, puluhan ikan hias (channa) yang hendak diselundupkan melalui jalur resmi PLBN Entikong berhasil digagalkan pada 23 Januari 2021 lalu. Diduga penyelundupan ini dilakukan oleh dua orang pegawai Imigrasi Entikong. (pul)