Emban Tugas Mulia, Sosok Penjaga Perdamaian Dunia Kembali Ke Tanah Air

Mempawah, BorneOneTV.com_Sosok yang tak butuh untuk diketahui siapa dirinya, sosok yang tak pernah pula meminta untuk di sanjung apalagi dipija dan sosok itu pula yang tak pernah jauh dari hati rakyat.

Tak pernah merasa lelah apalagi mundur dan menyerah, membawa misi mulia, mengharumkan nama bangsa serta membanggakan kesatuan, tak banyak yang tau perihal itu.

Berada di garis depan perbatasan antara dua negara berkonflik, bahaya setiap saat mengintai, nyawa yang menjadi taruhan tak membuat para ksatria tangguh merah putih untuk mundur dalam mengemban misi mulia.

Yah, itulah tugas yang menjadi kebanggaan, membawa misi perdamaian dunia dan menjaga wilayah perbatasan agar selalu dalam keadaan kondusif bukanlah tugas yang mudah untuk dilakukan.

Ini lah tiga sosok yang membanggakan Merah Putih dimata internasional, prajurit berbaik dari kesatuan Yonmarharlan XII Pontianak yang tergabung dalam satgas YONMEK TNI Konga XXIII-N UNIFIL LEBANON tahun 2020.

Mereka asalah Serka Mar Hendro Setiawan, Praka Mar Ongky Krisyanto dan Praka Mar Nuril .F.R, prajurit kebangaan ini telah kembali ke Tanah Air setelah lebih dari satu tahun bertugas menjaga perdamain di perbatasan negara Lebanon dan Israel yang berkonflik tanpa berkesudahan.

Praka Mar Ongky Krisyanto, meluapakan emosional seraya mengisahkan pengalaman yang membanggakan itu, ia menyebut dirinya dan rekan lain merasa bangga dapat mengharumkan Kesatuan dalam mengemban misi menjaga perdamaian dunia dibawah nauangan Peserikan Bangsa Bangsa (PBB).

Ia menyebut, tidak semua prajurit mampu untuk bisa mengemban tugas berat itu, prajurit harus melalaui penyeleksian yang ketat terlebih dahulu.

Inilah sosok yang jarang diketahui khalayak. Demi tugas yang dititipkan dipundaknya, para prajurit ini harus rela berpisah dengan keluarga tercinta dalam waktu yang lama.

Harus pula meninggalkan Tanah Air yang indah nan permai ini, berhadpan dengan medan yang gersang dan asing di Negeri orang, meski demikian kecintaan dan Nasionalis terhadap NKRI tak perlu di sangsi lagi.

(Tim)