Kasus Korupsi Dana Pengamanan Pilkada, Mantan Kapolres Sanggau Dituntut 4 Tahun Penjara

ilustrasi

 

Sanggau, BorneOneTv.com –  Mantan Kapolres Sanggau, AKBP Rachmat Kurniawan (RK) dituntut 4 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan dalam kasus dugaan korupsi pemotongan anggaran DIPA Polres Sanggau periode Desember 2017-Juli 2018 dan dana hibah operasional Mantap Praja Pengamanan Pilkada Kalbar dan Pilkada Sanggau tahun anggaran 2018.

Selain itu, RK juga dituntut pidana tambahan dengan membayar uang pengganti sebesar Rp 3.004.000.337,487. Tuntutan itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang yang berlangsung secara video conference di Pengadilan Tipikor Pontianak, Kamis (25/3/2021). Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan itu dipimpin Hakim Ketua Richmond PB Sitoroes dengan hakim anggota masing-masing Mardiantos dan Edward Samosir.

Terdakwa RK dinilai JPU terbukti melanggar pasal 3 junto pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Tuntutan ini berdasarkan usulan kita ke Kejaksaan Agung dan turunan dari Kejaksaan Agung sudah dibacakan hari ini,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Sanggau, Tengku Firdaus ditemui di ruang kerjanya, Kamis (25/3/2021).

Selain dituntut 4 tahun penjara, Tengku mengungkapkan, terdakwa RK juga dihukum denda Rp200 juta dan jika tidak membayar denda maka terdakwa RK dikenakan subsider 6 bulan kurungan.

“Selain itu juga ada pidana tambahan untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 3.004.000.337,487. Untuk uang pengganti ini terdakwa RK sudah menitipkan kepada penyidik untuk diteruskan ke Penuntut Umum sebesar Rp 1.000.081.000,899. Jadi sisanya nanti dibebankan kepada terdakwa untuk membayarnya. Jika terdakwa dalam satu bulan setelah putusan inkrah tidak mampu membayar, maka dikenakan pidana penjara lagi selama 2 tahun,” terangnya.

Tengku menyampaikan, agenda minggu depan sidang akan mendengarkan pledoi dari terdakwa, dilanjutkan replik atau jawaban JPU atas pembelaan terdakwa diakhiri sidang putusan. (Pul)