Wagub Kalbar : Jaminan Kesehatan Nasional Perlu Dukungan Seluruh Stakeholder

Pontianak,BorneOneTV-Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah diselenggarakan sejak 1 Januari 2014 sampai saat ini atau sudah berlangsung selama 7 tahun 3 bulan. Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional dilakukan dengan prinsip gotong royong, yaitu peserta yang mampu membantu peserta yang kurang mampu, peserta sehat membantu peserta yang sakit.

“Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari seluruh stakeholder baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemberi pelayanan kesehatan, organisasi masyarakat, Badan Usaha, peserta Jaminan Kesehatan BPJS Kesehatan, dan seluruh penduduk Indonesia untuk terus menjaga keberlangsungan program Jaminan Kesehatan Nasional,” kata Wagub Kalbar, Drs. H. Ria Norsan., M.M. M.H saat membuka Forum Kemitraan dengan Pemangku Kepentingan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2021 di Aula Praja II Kantor Gubernur Kalbar. Kamis (8/4).

Dirinya juga menyampaikan, bahwa penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional sangat penting untuk memastikan seluruh penduduk Indonesia memperoleh manfaat pemiliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan. Melalui prinsip gotong royong dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional, diharapkan dapat menumbuhkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Perlu diperhatikan juga peningkatan sarana prasarana, seperti penyediaan SDM tenaga medis dan penyediaan sarana intensif, seperti ICU, ICCU, PICU, dan NICU, baik bangunan maupun tenaga medis seperti spesialis anastesi,” tambahnya.

Selaku Wakil Gubernur Kalimantan Barat, dia menginstruksikan agar semua pihak mendukung program Jamkesnas yang merupakan program strategis nasional, sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawab masing-masing.

“Mari kita bersinergi dengan gotong royong wujudkan cakupan semesta Jaminan Kesehatan Nasional dengan pelayanan yang bermutu di Bumi Khatulistiwa yang kita cintai ini,” ajaknya.

Sebagai informasi, sampai dengan 1 Maret 2021 tercatat sudah 71,08 persen dari 5,5 juta penduduk Kalbar yang sudah terdaftar menjadi peserta JKN KIS. Jumlah peserta JKN KIS di Kalbar tercatat sebanyak 3.889.974 penduduk.

Pada tahun 2020, peserta JKN yang berkunjung ke poli rawat maupun rawat inap sebanyak 799.779 kunjungan di fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut. Dari jumlah kunjungan ke faskes tingkat lanjut tersebut telah menghabiskan biaya sebesar Rp 705.307.143.024,00.

Pada Tahun 2020, realisasi kapitasi yang sudah dibayarkan kepada FKTP, baik Puskesmas, dokter praktik pribadi, dan Klinik Pratama, adalah sebesar 212.764.986.550. Sedangkan jumlah kunjungan di FKTP, adalah sebesar 1.975.184 kunjungan. (L4Y).