Menolak Untuk Making Love, Mantan Istri dibunuh

Jumat, 28 Mei 2021

Sambas, Borneonetv.com- Satreskrim Polres Sambas menggelar Rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap MH (23) wanita Asal Tekarang Yang dilakukan oleh Tersangka AM ( 32) pria asal desa Mekar Jaya di kamar Hotel Favourite Nomor 209, Jalan Pasar Ikan Lama, Dusun Kalimbawan, Desa Tebas Kuala, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas. Rekonstruksi Pembunuhan digelar di Mapolres Sambas Flat A, Desa Lorong, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Jumat, (28/ 5/ 2021).

Terungkap Cara tersangka AM (32) Menghabisi korban MH ( 23) yang di peragakan 28 Adegan Rekonstruksi. Tersangka mengbisi Korban dengan cara mencekik leher belakang korban dengan tangan kirinya sambil menjepit kedua kaki korban menggunakan kaki kanannya serta menhdongakkan wajah korban keatas, sedangkan tangan kanan nya mengarahkan dan memaksakan cairan kimia masuk kemulut korban, kurang lebih 30 detik hingga cairan kimia itu tertelan oleh korban, tersangka pun melepaskan cekikan dan jepitan kaki, beberapa menit kemudian tersangka melihat korban terkapar dan tidak berdaya, namun korban masih bernapas.

Tersangka AM (32) melanjutkan aksinya naik ketempat tidur kemudian menggangkangi korban yang sedang tergelak di atas tempat tidur dan melanjutkan mencekik korban MH ( 23) sekuat tenaga hingga Korban dipastikan meninggal dunia.

Tersangka AM ( 32) pria dan korban MH ( 23) wanita pernah melangsungkan pernikahan siri, karena sudah lama tidak ketemu, tersangka AM mengajak korban jalan- jalan, namun korban menolak, dengan alasan, statusnya Istri orang. Setelah Mendengar pernyataan korban, akhir tersangka sakit hati, kecewa, marah, sehingga mempunyai Niat untuk menghabisi korban MH (23).

Kapolres Sambas, AKBP Robertus B Herry Ananto Pratikno, Menjelaskan, Telah terjadi tindak Pidana kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang dilakukan Tersangka AM ( 32) terhadap Korban MH ( 23), kejadian nya di Hotel Favourite Tebas, Jalan pasar ikan lama. Tersangka sudah merencanakan perbuatan nya untuk menghabisi korban. Kejadian berawal dari tersangka AM mengajak korban jalan- jalan kepantai Jawai, namun korban menolak, dan mengatakan statusnya Istri orang, setelah mendengar pernyataan korban, Akhirnya tersangka sakit hati, kecewa, marah, sehingga mempunyai Niat untuk menghabisi korban MH (23).

Dari Hasil Adegan Rekonstruksi itulah memberikan gambaran buat kita semua, pembunuhan dilakukan sendiri, namun terencana, berdasarkan dari bukti- bukti yang kita peroleh, tersangka menyiapkan alat-alat untuk Menghabisi korban. dari keterangan yang kita peroleh, tersangka bukan seorang Residivis, atau pernah Melakukan tindak pidana lain. Atas perbuatannya, tersangka di ancam hukuman 20 tahun Penjara. Tutup Kapolres.

(Dedi Anggara).