Pemasangan Gorong-gorong di Semboja Dinilai Asal-asalan

Beginilah kondisi gorong-gorong di Semboja yang dinilai warga asal-asalan pembangunannya.

Sanggau, BorneOneTv.com – Proyek pemasangan gorong-gorong di tanjakan Semboja, Keluarahan Bunut, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau dikeluhkan warga. Pasalnya dinilai asal-asalan dalam pengerjaannya.

Seperti yang disampaikan Djanuardy (38). Warga Kabupaten Sanggau ini menyayangkan anggaran yang sudah begitu besar dikeluarkan oleh negara, malah pengerjaannya tak sesuai harapan. Ia menilai pengerjaan tersebut tampak asal-asalan sehingga terlihat sembrawut.

“Lihat saja sendiri, pemasangan gorong-gorong di Semboja itu telihat tidak rapi. Bengkok-bengkok pemasangannya,” kesalnya.

Padahal kata dia, gorong-gorong tersebut diharapkan warga dapat dikerjakan sebaik mungkin, sehingga apa yang menjadi persoalan selama ini di sana dapat teratasi dengan baik.

“Keluahan selama ini kalau hujan lokasi di sana sering banjir. Makanya dibuatkanlah gorong-gorong oleh pemerintah, tapi mengapa malah pembangunannya malah seperti itu, kan sayang uang yang sudah digelontorkan,” tegasnya.

Ia juga menilai, bahwa dalam pengerjaan proyek ini lamban karna banyak pekerja yang tidak bekerja.

“Saya lihat sendiri beberapa waktu lalu, tidak ada yang bekerja, ada pun cuma beberapa orang saja. Sungguh sangat disayangkan,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Sanggau, Jhon Hendri mengatakan, bahwa proyek tersebut tidak bisa dibilang asal-asalan, mengingat masih dalam tahap pengerjaan.

“Itu masih dalam pengerjaan, jadi belum bisa kita bilang asal-asalan,” ujarnya melalui pesan singkat WhatsApp.

Jhon Hendri juga mengatakan, bahwa perbaikan saluran di tanjakan Semboja tersebut berasal dari dana APBN melalui Satker P2JN sepanjang 134 meter, dimana saat ini sedang dilakukan penanganan.

“Sekarang masih bekerja, hanya saja memang kemarin sedikit terhenti karena para pekerja pulang lebaran. Oleh karena itu, masyarakat pengguna jalan agar dapat memaklumi bahwa saluran tanjakan Semboja akan segera selesai,” terangnya.

Saat disinggung kapan kontrak kerjanya berakhir,  Jhon Hendri mengatakan bahwa tak mengetahui pasti kapan akan berakhir. “Saya tidak hafal kapan kontrak kerjanya berakhir, karena PPK-nya di provinsi,” pungkasnya. (pul)