STOP KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK, Dinas P3AP2KB Kabupaten Sambas Luncurkan Program (PCKSA) kampung KB

Senin, 14 Juni 2021

Sambas, Borneonetv.com- Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sambas akan meluncurkan Program Strategi Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak Melalui Kampung KB Ter-Integrasi,melalui pembentukan Kelompok Peduli Cegah Kekerasan Seksual Pada Anak (PCKSA) di Kampung KB Desa Tambatan Kecamatan Teluk Keramat dan Desa Sanatab Kecamatan Sajingan Besar, Sambas, Kalbar, Senin, (14/ 6/ 2021).

Hal tersebut di katakan oleh Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sambas Hendy Wijaya, SKM,MPH bahwa Kekerasan seksual yang terjadi pada anak-anak sangat berdampak pada kesehatan fisik, psikologis,moral, ekonomi dan melanggar hak asasi manusia dan bertentangan dengan nilai-nilai dan norma masyarakat.

bahwa kekerasan seksual yang terjadi di Wilayah Kabupaten Sambas pada masa pandemi Covid 19 ini cenderung meningkat. Selain itu faktor – faktor yang ikut mempengaruhi terjadinya kekerasan seksual pada anak akibat rendahnya pengetahuan orang tua dan masyarakat akan bahaya kekerasan seksual pada anak, Minimnya pengetahuan anak akan pelecehan seksual serta faktor ekonomi penyebab terjadinya kekerasan seksual.”Ujar Hendy,Senin(14/ 6/ 2021).

Lanjut nya lagi dijelaskan Hendy Wijaya, bahwa OPD nya akan meluncurkan Program Strategi Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak Melalui Kampung KB Ter-Integrasi.

yang merupakan upaya inovasi untuk menekan laju angka kejadian kekerasan seksual pada anak melalui pembentukan Kelompok Peduli Cegah Kekerasan Seksual Pada Anak (PCKSA) di Kampung KB Desa Tambatan Kecamatan Teluk Keramat dan Desa Sanatab Kecamatan Sajingan Besar.”jelas nya

Yang mana menurut Hendy Wijaya Kelompok Peduli Cegah Kekerasan Seksual Pada Anak (PCKSA) beranggotakan para ibu-ibu , tokoh masyarakat, kader dan para relawan yang berasal dari desa tersebut.

Kelompok ini beranggotakan para ibu-ibu , tokoh masyarakat, kader dan para relawan yang berasal dari desa tersebut yang memiliki tekad yang sama untuk mencegah secara dini terjadinya kekerasan seksual pada anak.”jelasnya lagi

Hal ini pun menurut Hendy Wijaya mengungkapkan adalah sebagai pilot projek melalui 2 Desa Kampung KB dulu, dan selanjunya jangka menengah semua kampong KB.

Akan dibentuk kelompok PCKSA dan jangka panjang nya semua desa terbentuk kelompok PCKSA dalam rangka mewujudkan Kabupaten Sambas Layak Anak, Zero toleran terhadap kekerasan seksual pada anak.”ungkapnya

Hendy juga berpesan bahwa Peran penting pihak lain juga dibutuhkan, misalnya pengawasan dari keluarga untuk mencegah anak menjadi korban kekerasan seksual perlu dilakukan sejak dini. Pasalnya, kekerasan seksual masih menjadi momok menakutkan bagi para anak di Indonesia.”STOP KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK.”Tegas Hendy Wijaya

( Dedi Anggara)