Disperindagkop Sanggau Latih Kelola Manajeman Keuangan dan Kembangkan Usaha UMKM

 

Kepala Disperindagkopo dan UM Kabupaten Sanggau, Ibnu Marwan Alqadrie.

Sanggau, BorneOneTv.com – Meningkatkan pengetahuan manajemen pengelolaan keuangan, sebanyak 40 pelaku UMKM Kabupaten Sanggau mendapat pelatihan UMKM yang digelar selama tiga hari, 16-18 Juni 2021 di Hotel Emerald, Sanggau.

“Kami dari Disperindagkop mendapat alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik. Alhamdulillah, tiga tahun berturut-turut kami melaksanakan kegiatan untuk pelatihan manajemen perkoperasian dan pengelolaan manajemen keuangan untuk para pelaku UMKM,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindigkop dan UM) Kabupaten Sanggau, Ibnu Marwan Alqadrie, Jumat (18/6/2021) ditemui di ruang kerjanya.

Marwan mengatakan, pelatihan tersebut sudah dilakukan sejak 2019 yang menghasilkan tiga angkatan. Sedangkan tahun 2020 sebanyak empat angkatan, dan 2021 tiga angkatan. Masing-masing angkatan berjumlah 30-40 orang.

“Jadi kami tidak samakan, karena jumlahnya juga berbeda. Mungkin untuk tahun 2021, angkatan pertama berjumlah 40 orang yang diikuti pelaku UMKM dari lima kecamatan yaitu: Kapuas, Parindu, Mukok, Bonti, dan Batang Tarang,” rincinya.

Pada pelatihan kali ini, Disperindagkop dan UM Sanggau melibatkan pihak perbankan sebagai pemateri. Tujuannya agar pelaku UMKM mengerti tata cara mengambil Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Kemarin (17 Juni 2021) pemateri dari Bank Kalbar dan Bank Mandiri. Memberikan materi tentang KUR dan bagaimana caranya mengembangkan usahannya dari KUR itu. Antusias peserta bagus sekali,” ungkap Marwan.

Ke depan, Diseperindagkop dan UM Sanggau akan melibatkan BPJS Ketenagakerjaan. Pasalnya ada kewajiban bagi pelaku UMKM untuk terdaftar sebagai BPJS Ketenagakerjaan.

Ia mengungkapkan, pelatihan serupa juga akan digelar di tahun berikutnya. Mengingat total jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Sanggau sebanyak 5929 orang. Marwan juga mengatakan pelaku UMKM yang sudah pernah ikut pelatihan, tak diperkenankan ikut lagi di tahun berikutnya.

“Karena menggunakan sistem. Kalau sudah pernah ikut, otomatis sistem itu akan menolak. Jadi bukan dari kami. Untuk anggaran 2022 kita juga dapat alokasi anggaran dari Kementerian Koperasi untuk pelatihan UMKM. Karena ini masa pandemi kita fokuskan ke Kecamatan Kapuas. Dalam arti tempat pelaksanaanya di Kapuas,” pungkas Marwan. (pul)