Cegah Covid-19, MABM Sanggau Ajak Masyarakat Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Ketua MABM Sanggau, Budi Darmawan didampingi Humas MABM Sangau, Heri Darmawansyah.

Sanggau, BorneOneTv.com – Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Sanggau, Budi Darmawan mengimbau masyarakat Sanggau untuk tidak lengah menerapkan protokol kesehatan. Menurutnya, bertambahnya kasus terkonfirmasi, salah satu sebabnya kemungkinan karena masyarakat lengah mematuhi protokol kesehatan.

“Bisa jadi saja lupa. Atau ketemu kawan lalu salaman lupa cuci tangan, karena sudah biasa tadi, atau karena ada rasa tak enak dengan kawan,” ujarnya.

Tips agar kita tidak tertular virus Covid-19, kata Budi, tidak ada lain yakni mematuhi 5 M, yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas ke luar.

“Harapan saya, apa yang menjadi arahan Satgas Covid-19 Kabupaten Sanggau wajib kita taati, kalau kita abai, saya pesimis pandemi ini akan berakhir,” ungkapnya.

Kepada Satgas Covid-19 Kabupaten Sanggau, Budi selaku Ketua MABM menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasihnya karena telah bekerja maksimal menekan angka Covid-19 di Sanggau.

“Pemerintah sudah sangat maksimal. Nah sekarang kita tinggal mematuhi apa yang menjadi arahan Pemerintah. Karena bagaimanapun juga Pemerintah tidak akan bisa menurunkan angka Covid-19 ini tanpa dukungan masyarakat. Jadi, saya mohon kita semua bekerjasama, bantu Pemerinrah kita,” pungkasnya.

Sementara itu, dari data Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sanggau per tanggal 18 Juni 2021, Kabupaten Sanggau masih berada pada Zona Kuning dengan jumlah kasus terkonfirmasi positif sebanyak 1.926, sembuh 1.702, meninggal dunia 38, isolasi karantina 20 orang, isolasi perawatan 7 orang, isolasi mandiri 159 orang, dan menunggu hasil lab 333 orang.

“Secara zona Kabupaten Sanggau memang berada di zona kuning, tetapi kalau kita lebih mendetail lagi di PPKM Mikro-nya, terdapat beberapa Desa ataupun Kelurahan yang masuk zona merah,” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Sanggau, Ginting.

Desa yang masuk zona merah, yakni Entikong, Beringin, Kedukul, Kuala Buayan, Sungai Mawang, Ilir Kota, Tanjung Kapuas, Hilir dan Pandan Sembuat. Sementara itu, ada 13 desa/kelurahan lainnya berada di zona oranye. Sedangkan 24 desa/kelurahan lainnya berada di zona kuning.

Kenapa ada beberapa desa atau Kelurahan yang dikategorikan masuk zona merah? Jelas Ginting, karena di wilayah itu ada yang lebih dari enam rumah tangga yang terkonfirmasi Covid-19. Karena setiap desa berbeda zonanya, lanjut Ginting, maka penanganan Covid-19 di zona tersebut pun berbeda.

“Untuk desa yang zona merah tentu kita perketat. Aktifitas masyarakatnyapun kita perketat protokol kesehatannya. Inilah yang kita lakukan melalui tim yang sudah kita bentuk disetiap desa,” pungkasnya. (pul)