Pameran Virtual Program Kampung Iklim, Kepala Balai Besar TNBKDS dan Kepala Desa Mensiau Edukasi Masyarakat

Kamis 17 Juni 2021 

Kapuas Hulu, Borneonetv.com- Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum bersama Kepala Desa Mensiau menjadi narasumber dalam acara Pameran Virtual Program Kampung Iklim, Kapuas Hulu, Kalbar, Kamis, (17/ 6/ 2021).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya melakukan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat tapak atau wilayah.

Tema kegiatan yang diusung adalah “Gaya Hidup Berkelanjutan dan Solusi Pengendalian Perubahan Iklim di Tingkat Tapak”. Dalam pameran virtual tersebut, Kepala Balai Besar TNBKDS dan Kepala Desa Mensiau berkesempatan berbagi pengalaman mengenai aksi-aksi pencegahhan perubahan iklim di Desa penyangga kawasan Taman Nasional Betung Kerihun, salah satunya Desa Mensiau yang telah memperoleh penghargaan progam kampung iklim (PROKLIM) tingkat Utama pada tahun 2020.

Silvester Berasap selaku Kepala Desa Mensiau dan penggerak PROKLIM Desa Mensiau menyatakan, bahwa salah satu bentuk mitigasi perubahan iklim yang diterapkan pada Desa Mensiau adalah pemanfaatan sumber energi cahaya matahari menggunakan panel surya untuk memasok kebutuhan listrik masyarakat. Selain mendapatkan listrik secara gratis, energi listrik yang digunakan bersifat ramah lingkungan. Terdapat kegiatan mitigasi lainnya yang juga diterapkan oleh masyarakat Desa Mensiau yaitu pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB) dengan cara mengolah limbah kayu menjadi cuka kayu untuk pupuk cair dan disinfektan alami. “Pengetahuan tentang PLTB kami dapatkan dari kawan-kawan TNBK yang memberikan pelatihan pada kami tentang cara pemanfaatan limbah kayu menjadi cuka kayu dan desinfektan alami, serta mitra dari Forclime FC untuk penerapannya pada budidaya sayuran melalui skema holtikultura dan agroforestry”, ucap Silvester Berasap.

Pada kesempatan kali ini Kepala Balai Besar TNBKDS, Ir. Arief Mahmud, M. Si berbagi pengalaman mengenai strategi konservasi kawasan yang berkontribusi pada pencegahan perubahan iklim di tingkat tapak. “Kawasan konservasi di Indonesia cukup luas yang tentunya sangat berperan dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Sebagian masyarakat tinggal di dalam maupun sekitar kawasan konservasi memanfaatkan sumber daya hutan. Saat ini, strategi kami bersama dengan masyarakat di sekitar dan dalam kawasan konservasi, khususnya TNBKDS melaksanakan kegiatan pemanfaatan hutan secara lestari.” Tutur beliau.

Kepala Balai Besar TNBKDS juga berharap PROKLIM dengan aksi-aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim ini dapat diterapkan di desa-desa di dalam maupun penyangga kawasan konservasi agar masyarakat sejahtera, kawasan hutan lestari dan terjaga.

(Tim)