Sekda Kalbar Minta Benahi Bersama Perpustakan di Wilayah Kalbar

Rabu, 23 Juni 2021

Sanggau, Borneonetv.com- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Barat, A.L. Leysandri, S.H., mewakili Gubernur Kalbar menghadiri Acara Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat Tahun 2021 dan Pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten Sanggau Provinsi Kalbar, Ny. Arita Apolina, S.Pd., M.Si di Gedung Perpustakaan Daerah Sanggau, Selasa, (22/ 6/.2021).

Dalam kegiatan ini turut dihadiri Bupati Sanggau, Paolus Hadi, S.IP., M.Si., Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Nasional, Drs. Deni Kurniadi, M.Hum., Anggota Komisi X DPR RI, Dr. Drs. Adrianus Asia Sidot, M.Si., Wakil Rektor IV, Ir. Junaidi, M.Sc., dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalbar, Yuline Marhaeni, S.Sos., M.Si.

Kegiatan ini merupakan hal yang vital dalam terciptanya peradaban yang baik, khususnya di Kalbar yang turut menggalakkan gerakan membaca dan menulis demi mewujudkan Indonesia Cerdas.

Sekda Kalbar A.L. Leysandri, S.H menyampaikan bahwa Pemprov Kalbar telah memberikan perhatian yang sangat besar terhadap permasalahan minat baca masyarakat, dengan mencanangkan “Gerakan Kalbar Membaca”.

Melalui Gerakan Kalbar Membaca, kita berharap seluruh lapisan masyarakat dan Pemerintah Daerah Kalbar dapat bersinergi mengembangkan budaya baca di lingkungan masing-masing,” ucap A.L. Leysandri, S.H.

Mantan Sekda Sanggau juga mengucapkan terima kasih kepada Perpustakaan RI yang sudah bersedia melaksanakan kegiatan literasi di Kalbar yang kali ini diadakan di Kabupaten Sanggau. Ini merupakan dukungan yang perlu diapresiasi.

Ini merupakan suatu hal yang luar biasa yang perlu kita apresiasi. Semoga dalam acara ini kita mendapatkan pelajaran dan melakukan tindakan untuk menggebrak budaya baca di Kalbar, serta dapat meningkatkan SDM yang beradab, berkualitas dan inovatif,” ujar Leysandri.

Sekda Kalbar juga menghimbau kepada semua pihak agar dapat membenahi perpustakaan. Perpustakaan merupakan fasilitas belajar untuk meningkatkan SDM. Perpustakaan Provinsi maupun Kabupaten/Kota harus bekerja sama saling membantu dalam mengembangkan perpustakaan.

Saya yakin dengan pembenahan yang kita lakukan bersama, minat baca dan tulis masyarakat dapat meningkat. Dengan adanya perpustakaan dapat menjamin ketersediaan bacaan yang murah, lengkap dan berkualitas, serta diharapkan dapat menjadi tempat favorit bagi masyarakat,” ungkapnya.

Untuk Bunda Literasi yang telah dikukuhkan, dirinya berharap agar dapat berperan dalam meningkatkan minat baca dan tulis di lingkungan masyarakat.

Dimulai dari lingkup terkecil di keluarga, kemudian kepada tetangga dan masyarakat. Jika perlu di setiap RT/Desa/Kelurahan memiliki perpustakaan umum yang dapat meningkatkan ketertarikan generasi muda untuk membaca dan menulis,” pesan Sekda Kalbar.

Sementara, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Nasional, Drs. Deni Kurniadi, M.Hum menyampaikan bahwa di tengah-tengah pandemi Covid-19 ini, tingkat kegemaran masyarakat Indonesia dalam membaca pada tahun 2020, mendekati peringkat 16 besar dengan intensitas membaca 6 jam/minggu.

Penelitian ini menguatkan bahwa Indonesia, bukanlah negara dengan masyarakat yang rendah gemar dalam membacanya, melainkan keterbatasan bahan bacaan untuk dibaca karena ketersesuaian judul buku dengan jumlah buku tidak ideal,” ucap Drs. Deni Kurniadi, M.Hum.

Pada masa kondisi pandemi ini penguatan indeks literasi masyarakat harus diyakini atau mampu menjadi daya ungkit dalam pemulihan ekonomi nasional.

Literasi merupakan syarat penting dalam melahirkan SDM yang unggul serta membentuk pengetahuan seseorang yang menjadi kunci utama untuk meningkatkan daya saing kita. Literasi menjadi sangat penting dalam segala aspek yang membantu seseorang berpikir dan bertindak atas dasar konsep yang matang,” ungkap Deputi.

Dia juga mengatakan literasi bisa menyelesaikan suatu persoalan yang akan membentuk kesadaran secara kolektif serta bahu membahu menyelesaikan persoalan yang serius yang tengah dihadapi pada saat ini.

Persoalan rendahnya budaya baca terdampak pada rendahnya literasi masyarakat Indonesia yang harus dipahami secara komprehensif. Permasalahannya seperti kurangnya ketersediaan bahan baca hingga pendistribusian bahan baca yang kurang tepat sasaran,” ujarnya.

Untuk ini, pertumbuhan literasi jelas mengalami perlambatan. Diharapkan Pemerintah Daerah maupun masyarakat dapat bahu membahu dalam meningkatkan literasi masyarakat di daerahnya.

Pemerintah Daerah serta masyarakat maupun stakeholder terkait dapat duduk bersama dalam meningkatkan literasi masyarakat. Sehingga perwujudan SDM unggul Indonesia Maju bisa terealisasi secepatnya,” ujarnya. (L4Y).