Kota Pontianak PPKM Darurat, Vaksinasi Tetap Berjalan

Senin, 12 Juli 2021

Pontianak, BorneOneTV.com– Gubernur Kalimantan Barat H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, dr. Harisson, M.Kes., Kepala Dinas Pendidikan Kalbar, Drs. Sugeng Hariadi, M.M., serta Kepala Satpol PP Kalbar, Y. Anthonius Rawing, SE., M.Si., meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk kalangan pelajar di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Pontianak, Senin, (12/ 7/ 2021).

Gubernur Kalbar H Sutarmidji, S.H., M.Hum, mengatakan vaksinasi tetap berjalan walaupun Kota Pontianak masuk dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Luar Pulau Jawa dan Bali.

Dia berharap Kota Pontianak dapat melampaui target vaksinasi yang saat ini sudah mencapai kurang lebih 120.000 orang.

“Walaupun di masa PPKM Darurat, vaksinasi tidak akan berhenti, karena kita diharapkan untuk segera mencapai 50%. Target untuk Kota Pontianak hingga pertengahan Agustus harus lebih dari 50%. Kemudian, vaksinasi untuk seluruh Kalbar sudah mencapai 430.000 orang,” jelas H Sutarmidji, S.H., M.Hum di Halaman SMKN 3 Pontianak.

Gubernur juga sudah meminta pemerintah pusat menyiapkan vaksin untuk lebih dari 500.000 orang, karena Kalbar akan memasuki fase pemberian vaksinasi Covid-19 yang kedua.

“Mudah-mudahan di akhir bulan Agustus vaksin yang dikirim untuk Kalbar berjumlah lebih dari 500.000, karena Kalimantan Barat akan melaksanakan vaksin yang kedua. Khusus tenaga kesehatan akan diberikan vaksinasi yang ketiga. Saya harap ini akan berjalan dengan lancar,” harapnya.

Target vaksinasi Covid-19 di kalangan pelajar SMA/SMK di seluruh Kalimantan Barat berjumlah 207.000 orang. Target untuk Kota Pontianak sebanyak 30.000 orang.

“Jika berpatokan pada usia 12 tahun, vaksinasi di kalangan pelajar di seluruh Kalbar diperkirakan berjumlah 207.000 orang. Untuk Kota Pontianak, targetnya sekitar 25% atau sekitar 30.000 pelajar,” ungkap H. Sutarmidji.

Gubernur Kalbar menghimbau kepada seluruh kepala daerah beserta jjajarannya untuk dapat meningkatkan jumlah ketersediaan tempat tidur rumah sakit, sukseskan program vaksinasi pemerintah, serta dapat mengurangi mobilitas masyarakat.

“Jangan buat kegiatan yang ada kerumunan, tidak boleh. Keterisian tempat tidur di rumah sakit (BOR) Kota Singkawang sudah mencapai 97%. Hal ini disebabkan pihak RS di Kota Singkawang hanya menyediakan 10% dari kapasitas tempat tidur. Tapi, sekarang sudah ditingkatkan dan harus terus ditingkatkan menjadi 40%,” ujarnya. (L4Y).