Gubernur Kalbar : Internet Menjadi Kebutuhan Bagi Desa-Desa di Kalbar

Rabu, 27 Juli 2021

Pontianak , BorneOneTV.com- Gubernur Kalbar H Sutarmidji S.H., M.Hum mengungkapkan bahwa Provinsi Kalbar memiliki 170 desa di daerah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal). Meskipun demikian, hampir seluruh desa memiliki menara BTS (Base Transceiver Station), namun dengan kekuatan sinyal masih lemah.

“Dari 170 desa di daerah 3T, tersisa 25 desa yang belum ada sinyal. Insyaallah, tahun depan bisa diselesaikan semuanya. Permasalahannya yaitu ada spot yang kuat sinyal dan ada juga spot yang sinyalnya lemah,” ungkap H. Sutarmidji saat menjadi Narasumber dalam program Indonesia Townhall Metro TV bersama Menteri Komunikasi dan Informatika, Johny G Plate, Anggota Komisi I DPR RI, Dave Laksono, dan Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Jamalul Izza, yang disiarkan langsung oleh Metro TV, Selasa malam, (27/7).

Dalam kegiatan yang mengangkat tema “Menuju Indonesia Digital 2024 dan berharap dengan adanya program BAKTI dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, daerah 3T yang tidak ada pemancar komunikasi di Provinsi Kalbar bisa memiliki alat  pemancar komunikasi.

“Pemprov Kalbar mengajukan pemasangan pemancar komunikasi di 256 desa. Kami berharap dapat terakomodir semua, sehingga daerah-daerah di Kalbar bisa mengikuti jejak daerah yang ada di Pulau Jawa. Wilayah Kalbar ini lebih luas daripada Pulau Jawa dan Bali, sehingga sangat sulit untuk berinteraksi antardesa,” harapnya.

Kalimantan Barat memiliki 2.031 desa, serta 5 kabupaten yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia. Kemudian tidak kalah pentingnya adalah Pemerintah Pusat dapat menyederhanakan regulasi yang ditetapkan dalam perizinan dan pengimplementasian pembangunan berbasis telekomunikasi.

Pada prinsipnya, masyarakat siap dan bersemangat untuk membantu pemerintah, bahkan ada yang siap memberikan lahannya untuk digunakan sebagai tempat pembangungan pemancar/BTS.

Kualitas sinyal telekomunikasi yang ada di Kalbar yaitu sinyal kuat di daerah 3T sebanyak 23%, 15% tidak ada sinyal, dan sebanyak 62% kualitas sinyal lemah. (L4Y).