Polres Kapuas Hulu : Penertiban Peti Tidak ada Tebang Pilih

Kapuas Hulu, BorneOneTV.com – Satreskrim Polres Kapuas Hulu kembali menindak pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), Rabu (28/07/2021) Siang lalu. Dalam razia ini petugas berhasil mengamankan 1 operator dan alat berat berupa excavator.

Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Wedy Mahadi melalui Kasad Reskrim Polres Kapuas Hulu Iptu Imam Reza, mengungkapkan dalam melaksanakan razia peti pihaknya berhasil mengamankan 1 operator dan alat berat merk Sumitomo warna kuning di wilayah Desa Beringin Kecamatan Bunut Hulu, kabupaten Kapuas hulu, Kalbar.

“Saat razia petugas berhasil menangkap 1 operator Dan alat berat berupa excavator merek Sumitomo milik para pekerja peti yang beroperasi di wilayah desa beringin kecamatan Bunut hulu, kabupaten Kapuas Hulu”. Ungkap Kasad Reskrim polres Kapuas hulu Iptu Imam Reza.

Adapun dalam razia tersebut Kasad Reskrim polres Kapuas hulu Iptu Imam Reza membeberkan para pekerja peti sudah tidak ada di tempat (kabur) mengingat dalam proses razia, informasi sudah bocor ke telinga pekerja peti.

“Saat razia kami hanya menemukan 1 pekerja, sedang pekerja peti lainya sudah kabur, namun sekarang kami masih melakukan penyelidikan,  akan tetapi kami sudah mendapatkan informasi berkaitan dengan siapa pemilik alat berat tersebut,” ucapnya.

Pada saat melakukan Razia Peti, Kepolisian dibantu koramil setempat   menggunakan tiga unit speed board dan lewat jalan darat menggunakan motor untuk menuju lokasi.

“Kurang lebih 25 menit setelah penyerbangan kita menggunakan motor dan jalan kaki, kemudian baru bisa sampai ke lokasi peti,” ujarnya.

Setelah sampai di lokasi, anggota menemukan adanya aktifitas, di mana alat berat berupa excavator diduga keras melakukan pengerukan tanah di lokasi kegiatan Peti

“Sejumlah orang yang ada di sana melarikan diri ketika kita tiba. Mereka lari ke arah hutan semak. Kemudian alat berat yang lain sudah tidak ada. Tidak ada lagi aktifitas,” ucapnya.

Iptu Imam Reza menegaskan bahwa pihak nya dalam proses razia peti tidak ada istilah tebang pilih mengingat peti merupakan pekerjaan yang merusak lingkungan. (Tim Liputan)