Ketua Umum YBS Himbau Mendoakan Keluarga Yang Sudah Meninggal Dari Rumah

Jumat, 30 Juli 2021

Pontianak, BorneOneTV.com- Ketua Umum Yayasan Bhakti Suci (YBS) Susanto Muliawan Lim menghimbau kepada masyarakat Tionghoa di Kota Pontianak dan sekitarnya dan Yayasan-Yayasan yang bernaung di YBS maupun yang tidak bernaung agar dapat melaksanakan sembahyang kubur musin gugur/Chiu Cie/Cit Gwee yang akan dimulai dari tanggal 8 hingga 22 Agustus 2021 mendatang, bisa dilakukan dengan cara melaksanakan didepan rumah untuk masyarakat dan bagi Yayaaan, di depan halaman Yayasan-Yayasan.

Sesuai arahan Gubernur Kalbar, maka Yayaaan/Yayasan dapat melaksanakan sembahyang kubur musin gugur di depan Yayasannya dan masyarakat juga dapat melaksanakan didepan rumahnya,” kata Suaanto Muliawan Lim, Jumat (30/7), saat ditemui di Sekretariat YBS.

Dikatakannya, himbauan ini disampaikan kepada 62 Yayasan Marga dan lintas masrga yang tergabung dalam YBS serta masyarakat Kota Pontianak dan sekitarnya agar dapat mematuhi Himbauan ini.

Sebelumnya, YBS telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 25/YBS/XXI/07/2021 tertanggal 19 Juli 2021 tentang pelaksanaan sembahyang kubur musin gugur/Chiu Cie/Cit Gwee yang akan dimulai dari tanggal 8 hingga 22 Agustus 2021 agar dapat dilakukan dengan penerapan Protokol Kesehatan yang ketat.

Menindaklajuti Surat Edaram Gubernur Provinsi Kalbar Nomor 2619/KESRA/Tahun 2021 tentang Himbauan untuk tidak melaksanakan Kegiatan sembahyang kubur dan ritual keagamaan di tempat terbuka atau tempat pemakaman.

Saat ini, masih kata orang nomor satu di YBS, pandemi Covid-19 di Provinsi Kalbar terutama Kota Pontianak dam sekitarnya masih pada Level 3 dan level 4.

“Gubernur Kalbar minta kepada YBS untuk dapat mengeluarkan Surat Edaran agar Yayaaan dan masyarakat tidak melaksanakan sembahyang kubur di Pemakaman. Alangkah baiknya,  dilaksanakan didepan rumah bagi warga dan bagi Yayaaan, bisa didepan halaman Yayaaannya,” pesannya.

Kemudian untuk ritual pembakaran Replika Kapal Wangkang yang dilaksanakan untuk mengakhiri ritual Sembahyang Kubur musin Gugur hanya dilallksanakan oleh Panitia Pelaksana tanpa adanya masyarakat Kota Pontianak dan sekitarnya untuk ikut serta dalam ritual pembakaran Replika Kapal Wangkang.

“Selama pelaksanaan pembakaran Replika Kapal Wangkang, kita meniadakan untuk masyarakat Kota Pontianak dan sekitarnya agar tidak datang menonton/menyaksikan. Kita menghindari agar tidak terjadi kerumunan yang dapat berdampak pada kluster baru penyebaran Covid-19. (L4Y).