Gubernur Kalbar : Penanganan Covid-19 Harus Sistematis

Minggu, 1 Agustus 2021

Pontianak, BorneOneTV.com- Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, dr. Harrison, M.Kes, menghadiri sekaligus membuka Webinar dengan tema “Bagaimana Strategi Penanganan Covid-19 Gelombang Kedua” yang diinisiasi Ikatan Alumni Universitas Indonesia Kalimantan Barat (ILUNI UI Kalbar) secara daring di Data Analytic Room Kantor Gubernur Kalbar, Sabtu , (31/07).

Webinar ini menghadirkan 3 narasumber yaitu Ketua Bidang Koordinasi Relawan Satgas Covid-19, Andre Rahadian, S.H., LL.M, M.Sc., Epidemiolog UI, Dr. dr. Tri Yunis Miko Wahyono, MSc., dan Ketua Asosiasi Dinas Kesehatan/ADINKES/Staf Ahli Menkes RI, dr. H. Mohamad Subuh, MPPM.

Gubernur Kalbar H Sutarmidji, S.H., M.Hum mengutarakan, “Melihat penanganan sekarang ini, sepertinya kita dalam kondisi setengah panik, sehingga tidak tersistem dan masing-masing pihak mengambil keputusan secara sepihak.

Sumber penyebaran adalah mobilitas penduduk, Seharusnya, sejak awal tidak ada alat deteksi Covid-19 yang digunakan selain tes swab PCR.

Semua pihak mengetahui keakuratan GeNose maksimal 70%, tes cepat antigen akurat hingga 80% yang mampu membaca nilai Cycle Threshold (CT) hingga 25, sehingga berpeluang menularkan ke orang sekitarnya.

“Pemprov Kalbar memutuskan persyaratan masuk Kalimantan Barat, baik melalui jalur udara maupun laut harus membawa bukti hasil negatif tes PCR. Ketentuan ini masih tetap diberlakukan hingga saat ini,” kata H. Sutarmidji.

Dengan cara seperti itu warga yang teridentifikasi positif Covid-19 bisa diawasi dengan baik, sehingga angka kasus aktif di Kalbar dapat ditekan.

Orang nomor satu di Kalimantan Barat ini mengaku tak mau kecolongan, tes swab PCR sampai saat ini masih yang terbaik dibandingkan tes lainnya. Beberapa pasien Covid-19 yang meninggal terpapar virus corona dari luar Kalbar.

“Kmi meyakini apabila penanganan Covid-19 dilakukan dengan sistematis dan tidak terburu-buru namun tepat, maka kita akan mampu menanggulangi pandemi Covid-19,” ujarnya. (L4Y).