Warga Sekura Dihebohkan Penemuan Mayat Laki- Laki di dalam Sungai

Minggu, 1 Agustus 2021

Sambas, BorneOneTV.com- Warga Sekura Dihebohkan dengan Penemuan Mayat di Sungai Bantanan Blok 5 Pasar Sentral Sekura, Desa Sekura, Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Minggu, (1/ 8/ 2021).

Kapolsek Kecamatan Teluk Keramat, Ipda Eko Zaenudin, SAP Mengungkapkan, Bahwa Benar Benar pada hari Minggu tanggal 1 Agustus 2021 sekira jam 06.20 WiB telah ditemukan sesosok mayat seorang laki laki yang bernama MOHAMMAD AMIN Bin SIRI (alm), dalam keadaan mengapung, Minggu, (1/ 8/ 2021).

Kejadian penemuan mayat tersebut berawal sekira pukul 06.20 Wib saksi I sedang berkemas tempat untuk berjualan bubur yang terletak pasar sentral blok V, lalu pada saat menyusun kursi di selasar tepi sungai, saksi I melihat benda yg mengapung di sungai yg awal di perkirakan patung yang mirip manusia, kemudian saksi I kembali memperhatikan benda yang mengapung tersebut dan ternyata yang mengapung tersebut adalah mayat, lalu saksi I pun menepikan ke pinggir sungai mayat tersebut, kemudian saksi I meminta bantuan kepada masyarakat yang ada di pasar pada saat itu korban dalam keadaan tidak bernyawa, Ungkap Kapolsek.

kemudian saksi II langsung menghubunggi Anggota polsek teluk keramat, sesaat kemudian anggota polsek teluk keranat langsung menuju ke TKP untuk melakukan olah TKP, kemudian saksi III menjelaskan bahwa korban turun/ pergi dari rumah pada haru jum’at, tanggal 30 Juli 2021 sekira pukul 20.00 Wib dan ingin meminta uang kepada saksii III dan saksi III tidak memberinya uang karena pada saat itu saksi III tidak mempunyai uang.

Menurut Keterangan Saksi bahwa korban sudah 2 (dua) hari tidak pulang kerumah.

Korban ditemukan di sungai Bantanan blok 5 Pasar sentral Sekura Desa sekura kec. Teluk Keramat Kab. Sambas.

Menurut keterangan dari Pihak Puskesmas Sekura yang melakukan Pemeriksaan luar / Visum terhadap korban bahwa korban di perkirakan sudah meninggal -+ 10 jam dan bahwa korban tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan, Ungkap Eko.

Pihak keluarga menerima kematian korban dan tidak akan menuntut kematian korban kepada siapapun dan menolak untuk dilakukan otopsi.

Pihak keluarga menandatangani penolakan otopsi kepada korban dan surat pernyataan tidak akan menuntut kematian korban kepada siapapun.

Apabila ditemukan bukti atau Tindak Pidananya akan dilaporkan dalam kesempatan pertama kepada pimpinan.

Pihak keluarga menerima dan mengiklaskan kematian korban.

Korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan pemakaman, Tutup Eko.

( Dedi Anggara)