Jembatan gantung penghubung antara desa di Sekadau rusak parah

Rabu, 4 Agustus 2021

Sekadau, BorneOneTV.com- Satu unit jembatan gantung, penghubung antar desa roboh lantaran paska banjir bandang tahun lalu. Kerusakan utamanya pada beton sebagian penyangga tali slank.

jembatan gantung yang menghubungkan desa sungai sambang dan desa setawar, tapang perodah, dan nanga pemubuh Berharap agar cepat di tangani mengingat Kerusakan tersebut apabila tidak diperbaiki sangat berisiko bagi masyarakat yang akan ke kebun maupun antar desa.

“Penahan beton penyangga tiang tali slank yang roboh terseret derasnya debit air sungai. bila dilewati kendaraan bermotor dengan muatan barang maupun pejalan kaki yang melintas agak terasa guncangan nya sehingga takut untuk menyebrangi ya” kata kepala desa sungai sambang Vinsensius lican, Rabu, (04/ 08/ 2021).

Lican membeberkan pihak nya terus berupaya melakukan perbaikan terhadap jembatan yang rusak parah tersebut dan pengajuan rehab pun sudah dilakukan namun belum ada tanggapan dari pemerintah setempat.

“Beberapa upaya sudah dilakukan termasuk pengajuan rehab pada pemerintah daerah, namun sampai saat ini belum ada tanggapan. Pengajuan perbaikan jembatan pernah juga dilakukan saat diadakan MUSREMBANG, namun belum terealisasi” ujarnya.

Kepala desa sungai sambang juga berharapan kepada pemda Sekadau untuk tanggap akan kerusakan jembatan tersebut karena akan menghambat aktivitas, baik dari sektor ekonomi, usaha dan kesehatan.

“Pengguna jembatan bukan hanya masyarakat sekitar desa sungai sambang tetapi masyarakat desa setawar, tapang perodah, nanga pemubuh bahkan masyarakat dari daerah sepauk, jadi harapan saya supaya diperbaiki” harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sekadau, Ahmad Suryadi saat di konfirmasi via telepon mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengusulkan perbaikan jembatan tersebut namun karena pandemi covid-19, maka anggaran yang ada teralihkan untuk penanganan covid-19.

“Tahun kemarin memang sudah kita usulkan, cuma karena kondisi pandemi covid-19 Ini, memang belum semua jembatan dapat diperbaiki, apalagi itu masih bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Akhmad Suryadi mengungkapkan, dari 12 unit jembatan yang sudah roboh, baru dapat tangani sebanyak 7 unit.

Lebih lanjut, dikatakan nantinya juga akan dievaluasi apakah jembatan tersebut merupakan tanggung jawab Dinas PUPR atau Dinas Perkimtan. Mengingat saat ini sebagian besar jembatan gantung merupakan kewenangan Dinas Perkimtan dalam pengerjaannya.

“mungkin kita akan perhatikan di 2022 karena kita juga akan memprioritaskan jembatan rangka secepatnya juga, karena tahun ini memang jembatan rangka itu kita timbunkan dulu. Tahun depan alhamdulillah disetujui Bupati, itu nanti kita belikan rangkanya nanti,” ujarnya.

Dikatakan Akhmad Suryadi ada dua jembatan yang menjadi prioritas Bupati Sekadau saat ini, yaitu jembatan sungai sambang dan jembatan tamang. Dengan anggaran yang dibutuhkan sekitar 5 miliar.

Kadis PUPR itu berharap masyarakat sungai sambang dan sekitarnya dapat lebih bersabar. Terlebih jika jembatan rangka tersebut selesai dibangun maka dimungkinkan jembatan gantung tersebut tidak lagi digunakan.

Dirinya juga berharap, agar perbaikan sementara dapat dilakukan menggunakan dana desa. Karena masih ada sedikitnya 5 jembatan gantung yang rusak akibat banjir bandang tahun 2020 lalu yang juga belum dapat ditangani. (Krisantus)