Di duga gunakan ijazah palsu antonius asan cakades pulou sabhang di loloskan oknum panitia ppkades.

Sabtu, 7 Agustus 2021

Sintang, BorneOnetv.com- Sengkarut marut pemilihan kades desa pulou sabhang kecamatan Ambalau Kabupaten Sintang di duga salah satu cakades gunakan ijasah palsu.

Sengketa pilkades desa pulou sabhang sudah di putuskan oleh panitia tingkat kabupaten bahwa pengugat atas nama Antonius Asan di menangkan setelah melakukan penghitungan ulang di tingkat kabupaten

Hal tersebut tentu sangat merugikan calon no urut 03 saudara Antonius Mardi, di mana hasil di lapangan di tps 01 ada lima suara yang di nyatakan tidak sah dan ke empat saksi dari calon menyatakan sepakat menyatakan suara tersebut tidak sah, sementara saksi dari no urut 2 yakni pak Antonius Asan meminta di lakukan penghitungan ulang, dan sesuai kesepakatan bersama surat di buka dan di hitung ulang di tps 01, di saksikan oleh semua elemen yang terlibat dalam ppkades desa pulou sabhang dan hasil hasilnya tidak berubah.

hasil rapat pleno tingkat desa yang di setujui oleh semua saksi keempat calon dan di hadiri oleh panitia ppkades, panwas, bpd, pj, tokoh masyarakat dan pihak penegak hukum menyatakan bahwa calon no urut 03 dinyatakan menang.

Namun cades non urut 02 melakukan gugatan di tingkat desa, kecamatan dan berlanjut ke level kabupaten, dan hasil gugatan tersebut sang pengugat di nyatakan menang, hal tersebut tentu sangat merugikan saya sebagai pemenang sesuai hitungan awal dan kesepatan bersama di tingkat desa. Yang anehnya lagi keputusan panitia tingkat kabupaten pada tgl 6/8/2021 tanpa di hadiri oleh panitia pilkades desa, panwas, calon kepala Desa dan kpps 01,02 dan 03. saya merasa keputusan panitia ppkades tingkat kabupaten berat sebelah dalam mengambil keputusan, saya merasa sangat dirugikan di dengan keputusan tersebut pungkas Mardi.

Sementara laporan terkait dugaan pengunaan Ijasah palsu yang di lakukan oleh no urut 02 tidak di respon oleh dinas terkait, sementata kita sudah layangkan surat permohonan pengecekan legalitas ijasah yang di gunakan oleh no urut dua yakni bapak Antonius Asan, surat kita layangkan pada tgl 15/08/2021 ke Bupati Sintang, Kantor, DPMD-Desa, DPRD kab Sintang, Dikbud Kabupaten Sintang namun tidak ada respon dari dinas terkait.

Sebab dari awal pemberkasan sudah ada kejangalan yang di lakukan oknum oleh ppkades desa pulou sabhang, di mana hanya satu panitia saja yang berani menerima berkas saudara Antonius Asan yakni bapak petrus jailani selaku bendahara ppkades sementara anggota lain menolak.

Di mana di ketahui bahwa calon no urut dua hanya melampirkan surat keterangan kehilangan ijasah dari pihak kepolisian tanpa bisa menunjukkan bukti yang akurat berupa ijasah dari sekolah yang bersangkutan. Kita juga sudah melakukan investigasi ke pihak sekolah yakni SMP PGRI 2 Nanga Pinoh, dan ternyata tidak ada nama saudara Antonius Asan alumi tahun 1994/1995 terdaftar di data base smp pgri 2 nanga pinoh tersebut.

Hal ini tentu menimbulkan kecurigaan kami bahwa no urut dua telah mengunakan ijasah palsu apalagi di surat kehilangan hanya melampirkan no peserta ujian bukan no ijasah yang bersangkutan, atas kecurigaan kami tersebut maka hal ini akan kami bawa ke ranah hukum sebab ada indikasi pemalsuan dokumen negara kalau memang saudara Antonius Asan tidak pernah mengenyam/ menyelesaikan pendidikan di SMP PGRI 2 Nanga Pinoh, pungkas Mardi.

( Tim )