Serahkan Bantuan Baju APD dan Rapis Test Antigen, Ini Pesan Gubernur Kalbar

Gubernur Kalbar Serahkan Bantuan APD dan Rapis Test Antigen Kepada Pangdam XII/ TPR

Sabtu, 7 Agustus 2021

Pontianak, BorneOneTV.com- Gubernur Kalbar H Sutarmidji, SH, M.Hum mengatakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Provinsi Kalbar sebetulnya tidak begitu ketat sebenarnya, karena PPKM bukan untuk mengahambat perekonomian Kalbar tapi untuk mengurangi mobilitas orang yang lalu lalang.

“Mall beroperasi, perhari ada 14 ribu orang yang kunjungi, kita batasi dapat mengurangi mobilitas orang. PPKM bukan untuk mengahambat perekonomian, tapi untuk mengurangi mobilitas orang,” ingat H Sutarmidji, SH, M.Hum, Sabtu (7/8), saat menyerahkan Bantuan Baju Alat Pelindung Diri (APD)/Hazmat dan Rapid Test Antigen Covid-19 kepada Kodam XII/Tpr di Lapangan Tebak Rahmad Kodam XII/Tpr.

Bantuan Baju Alat Pelindung Diri (APD)/Hazmat dan Rapid Test Antigen Covid-19 diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Kalbar H Sutarmidji kepada Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad.

Kodam XII/Tpr menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berupa Baju APD Hazmat sebanyak 1600 unit dan Rapid Test Antigen Covid-19 sebanyak 100.000 unit.

Kemudian, PPKM di Provinsi Kalbar juga untuk mengurangi mobilisasi orang yang berintraksi yang tidak penting berjam-jam, seperti di warung kopi/Caffee.

“Kalau ada Warung Kopi/caffee yang mau buka, silakan, 1 meja untuk 1 orang, kalau melebihi, kita angkut meja dan kursinya. Kalau ada yang bandel, kita berikan sanksi,” pesannya.

Mantan Wali Kota Pontianak menyampaikan, saat ini, pertumbuhan ekonomi Kalbar 10,81 persen di Triwulan II dan cukup tinggi pertumbuhannya, dan diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ada bilang tidak efektif, kok bisa, karena pengamat sudah terkontaminasi dengan persepsi yang salah, dan seakan-akan PPKM untuk menghambat kegiatan ekonomi, karena Kalbar bukan kawasan industri seperti di Jawa Barat. Kalbar, Industri terbatas,” jelasnya.

Dikatakannya, dimasa Pandemi ini, Pemprov Kalbar bisa menjaga surplus beras dan bisa untuk 1,5 bulan dan kalau ditambah yang datang dari luar, Provinsi Kalbar bisa surplus beras 3 bulan.

Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., mengatakan, bantuan ini diharapkan dapat untuk mempercepat pelaksanaan testing dan tracing di wilayah Kalimantan Barat. Walaupun Rapid Test Antigen hanya bisa menemukan orang yang positif sampai CT 25 – 29.

“Apabila menemukan yang terkonfirmasi positif, nantinya agar langsung diisolasi,” harap Gubernur.

Selanjutnya Gubernur mengatakan, untuk isolasi, dari Kemensos untuk Kalbar sudah ada 4200 ton beras yang disalurkan oleh Bulog dan Kantor Pos. Kemarin provinsi terima 3 ton dari Presiden dan sudah didistribusikan ke daerah sebanyak 2200 paket dan pendampingnya dari provinsi sebanyak 87 ton.

“Kita juga sedang galang dengan pihak swasta. Besok Senin kita terima 20 ton kalau ini terkumpul kita juga akan serahkan ke Kodam dan Polda untuk membackup lagi,” kata H. Sutarmidji. (L4Y).