Kebutuhan Beras di Sanggau Mengacu Penghitungan Kementerian Pertanian

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan Kabupaten Sanggau, Kubin.

Sanggau, BorneOneTv.com – Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (Dishangpang Hortikan) Kabupaten Sanggau, Kubin mengatakan, bahwa Kebutuhan beras di Kabupaten Sanggau pertahun mengacu pada penghitungan kebutuhan beras dari Kementerian Pertanian RI yakni 114 kilogram per orang pertahun.

Ia mengatakan, jika dikalikan jumlah penduduk Kabupaten Sanggau yang jumlahnya sekitar 482 ribu orang, Kabupaten Sanggau perlu sekitar 53 ribu ton beras.

“Dari 53 ribu ton kita asumsikan ke padi, Sanggau harus cukup padi 85 ribu ton. Sementara dari statistik kami kan 70 sampai 74 ribu ton. Kami masih ada kekurangan 9 sampai 10 ribu ton padi, dalam sekali panen,” katanya.

Hanya saja kata Kubin, petani di Sanggau bisa dua kali tanam, Sehingga dari kekurangan itu, ketika ada yang dua kali panen, malah melampaui dari 85 ribu ton itu.

“Saat ini luas lahan sawah di Kabupeten Sanggau berdasarkan koordinat dari ATR/BPN Sanggau seluas 24.432 hektar,” terangnya.

Dikatakannya, Sektor pertanian tetap mengacu pada panca usaha tani. Dari data tidak terlalu jauh berubah, Seperti proses pengolahan tanah, menanam, pemupukan, termasuk iklim yang mendukung. Terlebih sekarang ini juga ada hujan.

“Terutama lahan kita di Kabupaten Sanggau dominan lahan tadah hujan, Kemungkinan ada hujan dari tahun 2019, 2020, awal 2021. Sedangkan untuk pupuk para petani memperolehnya dengan membeli sendiri. dan ada juga yang melalui program pupuk subsidi dari pemerintah,” jelasnya.

Memang, kata Kubin, dalam jumlah pupuk subsidi terbatas, sehingga tidak memenuhi semua kebutuhan petani. Karena itu juga menyangkut kemampuan keuangan daerah.

Kubin juga mengatakan, bahwa produksi padi di Kabupaten Sanggau perhektare dalam sekali panen sebanyak 2,9 Ton. Artinya dari hasil panen itu cukup untuk petani.

“Dalam catatan kami selama ini produksi padi sebanyak 2,9 ton perhektare rata-rata. Kalau untuk satu hektar sekali panen artinya mereka punya 2,9 ton padi. Jika dijadikan beras sekitar 60 persennya, Artinya 1,7 ton beras. Kalau dia punya setengah hektare saja, maka dia punya 800 kilogram beras,” pungkasnya. (pul)