Banyak Data Kependudukan Di kabupaten Sambas Tidak Akurat, Ini Pesan Bupati Buat Kepala Dinas

Rabu, 11 Agustus 2021

Sambas, BorneOneTV.com –Banyak nya tidak Ke akuratan data kependudukan di kabupaten sambas sehingga membuat sulitnya pengukuran Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Hal tersebut menjadi persoalan oleh Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H saat membuka rapat koordinasi penyelarasan data kependudukan di Hotel Pantura SambasSelasa, (10/ 8/ 2021).

Bupati Kabupaten Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H, Berharap  setiap kepala dinas yang memiliki kaitan dengan data atau penggunaan data penduduk agar bisa  menepikan ego masing-masing dan saling bekerjasama agar tercipta penyelarasan data yang akurat.

Karena selama ini yang menjadi Data rujukan, sumber datanya tidak benar. Sudahlah sumber datanya tidak benar, perencanaanya juga salah, akhirnya azas manfaatnya tidak berdampak pada masyarakat secara positif. Jadi saya perintahkan kepala dinas terkait cari terobosan,” Jelasnya

Selama ini yang sangat diperlukan adalah sumber data yang akurat dan selaras antar instansi. Misal kata dia, data Dinas Kependudukan harus selaras dengan data di Dinsos Pemdes. Satono meminta kedua kepala dinas itu untuk bekerja keras sehingga bisa menyelesaikan masalah data yang selama ini terjadi.

Tidak mungkin kalau tidak mau kerja keras tapi mau dapat hasil yang banyak. Hari ini saya harapkan, Kadis Dukcapil, Kadis Dinsospemdes, saya minta hari ini di selesaikan masalah keselarasan data ini, jangan nanti Bupati, Wakil Bupati dan sekda meninggalkan ruang rapat, lalu kalian ikut pulang. Hari ini cari dimana selisih datanya, dimana problem ketimpangannya, karena sudah duduk satu meja,” tegasnya.

Satono memberi contoh, membangun daerah tolak ukurnya keberhasilannya adalah IPM. Namun itu tidak bisa maksimal jika data kependudukan saja tidak bisa dibenahi. Misal kata dia, ada anak yang baru saja selesai studi S1, namun di KTP nya masih SMA sehingga tidak masuk dalam rekapitulasi peningkatan status pendidikan.

Bagaimana caranya IPM kita bisa naik kalau ada seribu orang bergelar doktor namun di KTP nya masih SMA atau masih S1 misalnya. Jika data itu tidak diperbaiki sia-sia saja, tidak ada efeknya untuk daerah kita,” kata Satono

Satono mengatakan, hal yang paling penting dalam menjadi pejabat daerah adalah niat bekerja yang benar-benar demi memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Untuk itulah dia mengingatkan agar sesama kepala dinas antar instansi harus menjaga kebersamaan dan saling berkoordinasi.

Kebersamaan ini bisa menghasilkan energi positif, jangan ego, hanyutkan dan buang ke sungai ego itu biar pergi jauh-juah. Ini niat kita harus sama, mulai dari Bupati, kepala dinas, dan kabid. Niatnya bagaimana bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sambas, Tutupnya.

(Dedi Anggara)