CBS Jalasenastri Pushidrosal Laksanakan Tatap Muka Dengan Pembina Utama Jalasenastri Melalui Vicon

Ketua Cabang Berdiri Sendiri (CBS) Jalasenastri Pusat Hidro-oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) Ita Agung Prasetiawan dengan didampingi Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Agung Prasetiawan, M.A,P. selaku Pembina Jalasenastri Pushidrosal, serta pengurus CBS Jalasenastri Pushidrosal melaksanakan tatap muka dengan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M. selaku Pembina Utama Jalasenastri melalui video Conference (Vicon), Jumat (13/08/2021). Foto: Dok Pushidrosal

Jakarta,  borneonetv.com – Cabang Berdiri Sendiri (CBS) Jalasenastri Pusat Hidro-oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) melaksanakan tatap muka dengan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M. selaku Pembina Utama Jalasenastri melalui video Conference (Vicon), Jumat (13/08/2021).

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Jalasenastri, dengan tema “Jalasenastri Berperan Serta Mewujudkan Keluarga Yang Tangguh, Produktif dan Inovatif di Masa Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Maju”.

Dalam tatap muka ini,  Kasal didampingi oleh Ketua Umum Jalasenastri Ny. Vero Yudo Margono beserta Pengurus Pusat (PP) Jalasenastri.

Hadir dalam vicon tersebut Ketua CBS Jalasenastri Pushidrosal  Ny. Ita Agung Prasetiawan dengan didampingi Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Agung Prasetiawan, M.A,P. selaku Pembina Jalasenastri Pushidrosal, serta pengurus CBS Jalasenastri Pushidrosal.

Dalam arahannya, Kasal antara lain menyampaikan bahwa Jalasenastri merupakan wadah dalam membantu meningkatkan kesejahteraan prajurit dan PNS TNI AL beserta keluarganya melalui berbagai kegiatan yang berkualitas. Untuk mewujudkan hal tersebut, agar seluruh anggota Jalasenastri selalu meningkatkan potensi diri dan organisasi untuk berkarya dengan penuh kreativitas dan serta membudayakan pola hidup hemat, sederhana dan bersahaja.

Di akhir arahannya,  Pemimpin TNI AL menekankan agar istri prajurit tidak boleh semena-mena terhadap anggota yang merupakan bawahan suaminya, senantiasa bersahaja dan menjauhi perilaku konsumtif, serta mampu menempatkan diri secara proporsional sebagai pendamping. [Adang]