Gubernur Kalbar Hadiri Pelepasan Ekspor oleh Presiden di 17 Pintu Pelabuhan Termasuk Provinsi Kalbar

Sabtu, 13 Agustus 2021

Pontianak, BorneOneTV.com- Gubernur Kalbar H Sutarmidji, SH, M.Hum menghadiri Peluncuran program Merdeka Ekspor yang ditandai dengan pelepasan ekspor produk-produk pertanian senilai Rp 7,29 triliun dari 17 pintu pelabuhan/bandara di 17 Provinsi di Indonesia termasuk Pelabuhan di Provinsi Kalbar oleh Presiden Republik Indonesia Ir H Joko Widodo secara Daring dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, di Pelabuhan Dwikora Pontianak, Sabtu (14/8).

Merdeka Ekspor dilaksanakan untuk menyambut peringatan HUT RI ke-76. Pelepasan ekspor dilakukan secara serentak dari 17 pintu pengeluaran, baik pelabuhan laut maupun bandar udara di 17 Provinsi di Indonesia.

Komoditas itu dilepas dari sejumlah pintu ekspor, seperti di Pelabuhan Dwikora Pontianak, Kalimantan Barat, dengan nilai ekspor Rp194,31 miliar, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, dengan nilai ekspor Rp1,3 triliun. Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, dengan nilai ekspor Rp40,360 miliar, serta Pelabuhan Pelindo 1 Pekanbaru, Riau, dengan nilai ekspor Rp1 triliun. Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatra Utara, dengan nilai ekspor Rp431,6 miliar, dan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, dengan nilai ekspor Rp435,1 miliar. Lalu, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, dengan nilai ekspor Rp400,57 triliun.

Titik ekspor lainnya, yakni dari Balikpapan, Bandar Lampung, Palembang, Batam, Padang, Makassar, dan Banjarmasin. Kemudian Jambi, Tanjung Balai, dan Manado.

Presiden  Republik Indonesia Ir H Joko Widodo secara khusus memberikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para petani, peternak, pekebun, pelaku usaha agribisnis, dan pemaku kepentingan pertanian yang selama masa pandemi telah bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan  berhasil meningkatkan ekspor produk-produk pertanian di dalam negeri.

“Sektor pertanian adalah salah satu sektor yang mampu bertahan dari hantaman pandemi. Ekspor pertanian di tahun 2020 mencapai Rp 451,8 triliun naik 15,79% dibandingkan tahun 2019 yang angkanya Rp 390,16 triliun. Dan, pada Semester I-2021 dari Januari sampai dengan Juli 2021, ekspor mencapai Rp 282,86 triliun naik 14,05% dibandingkan periode yang sama tahun 2020, yaitu sebesar Rp 202,05 triliun,” kata Presiden Joko Widodo.

Dikatakannya, peningkatan ekspor komoditas pertanian  berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani.

“Saya mendapat angka nilai tukar petani terus membaik. Pada Juni 2020 nilai tukar petani berada di angka 99,60, secara konsisten meningkat hingga Desember 2020 mencapai 103,25. Dan, pada Juni 2021 mencapai 103,59. Ini menurut saya sebuah kabar yang baik bisa memacu semangat petani-petani kita untuk tetap produktif pada masa pandemi,” kata Presiden.

Sementara, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyebut bahwa produk ekspor ini merupakan produk dari 341 kabupaten dan kota di Indonesia. Ekspor ini serentak dilakukan di 17 pintu masuk RI dengan total berat produk mencapai 627,4 juta ton.

“Ekspor yang dilepas hari ini adalah 627,4 juta ton dengan nilai 7,.29 T meliputi perkebunan 564,6 juta ton, produk pangan 4,3 juta ton, produk hortikultura sebanyak 7,2 juta ton, peternakan 4 juta ton dan beberapa komoditas lainnya,” Ujar Syahrul Yasin Limpo.

Dikatakannya, kinerja ekspor pertanian Indonesia saat ini sedang meningkat pesat. Ia menyebut bahwa sektor pertanian masih bisa tetap kuat dalam suasana pandemi Covid-19 ini.

“Pada Januari hingga Juni 2021 nilai ekspor menembus Rp 277,95 triliun, meningkat 40,29% dibandingkan periode yang sama tahun 2020,” pungkasnya lagi.

Lebih lanjut, pihak Mentan menyatakan akan melakukan beberapa akselerasi ekspor produk pertanian. Diharapkan nantinya pada 2024 mendatang ekspor pertanian RI berlipat ganda hingga 3 kali nilai hari ini. Dalam mewujudkan hal itu, pihaknya mengaku akan berusaha mengembangkan beberapa produk yang potensial.

“Selama ini ekspor produk tani masih dominasi kelapa sawit. Kami saat ini sedang berusaha untuk mendorong ekspor produk pertanian selain kelapa sawit seperti porang, sarang walet, lipan, maggot, serta yang lain,” tambahnya.

Dijelaskannya, volume ekspor yang dilepas mencapai  627,4 juta ton atau senilai Rp 7,29 triliun,  yang meliputi komoditas perkebunan, tanaman pangan, hortikultura,peternakan, dan komoditas lainnya. Sedangkan tujuan ekspor adalah ke 61 negara, di antaranya Tiongkok, Amerika Serikat, India,  Jepang, Korsel, Thailand, Malaysia, Inggris, Jerman, Rusia,  Uni Emirat Arab, dan Pakistan.

“Tahun 2024 ditargetkan ekspor pertanian tiga kali lipat melalui peningkatan kerja sama dengan pemerintah daerah,” kata Mentan. (L4Y).