Mantan Kadimil 1-05 Pontianak Jadi Srikandi TNI AU Pertama Raih Bintang Dua Dipundak 

Minggu, 15 Agustus 2021

Pontianak, BorneOneTV.com- Mantan Kepala Pengadilan Militer (Kadilmil) 1-05 Pontianak Tahun 2010-2012, Marsekal Muda (Marsda) TNI Reki Irene Lumme, SH, MH menjadi Wanita Angkatan Udara (WARA) Pertama yang menyandang pangkat Marsekal Muda (Marsda) TNI atau Bintang Dua dipundak.

Srikandi kelahiran Pasuruan, Jawa Timur ini mengikuti upacara laporan korps kenaikan pangkat yang dipimpin Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Jumat, (13/8).

“Ya betul, Marsda TNI Reki Irene Lumme, jadi WARA pertama bintang dua),” kata Kadispenau Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah.

Dikatakannya, kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi tersebut berdasarkan Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprin/1776 /VIII/2021 tertanggal 10 Agustus. Secara keseluruhan terdapat 52 pati yang naik pangkat terdiri atas 18 Pati TNI AD, 18 Pati TNI AL dan 16 Pati TNI AU.

Karier Marsda TNI Reki Irene Lumme banyak berkecimpung di dunia peradilan militer. Mulai sebagai Pama Babinkum TNI tahun 1997, lalu Kaur Minra Mahmilti III Surabaya.

Kendati demikian, dalam menjalankan tugas, dia berprinsip untuk menegakkan keadilan. Salah satu buktinya, dia pernah memutuskan kasus yang berujung pemecatan.

“Saya memegang prinsip, jangan sampai memutarbalikkan keadilan, jangan membeda-bedakan, jangan menerima suap. Saya harus tetap independen dan mandiri,” kata  Marsda TNI Reki Irene Lumme.

Reki Irene Lumme berasal dari kecabangan Korps Khusus (Sus) yang merupakan Alma Mater Sekolah Perwira Wajib Militer Wanita (Sepawamil Wan) dan saat ini menjabat sebagai Oditur Jenderal (Orjen) TNI, Babinkum TNI.

Sebelum dimutasi, Reki Irene Lumme menjabat sebagai Kepala Pengadilan Militer Tinggi (Kadilmilti) II Jakarta.

Ia mulai menjadi hakim saat menjadi Kepala Pengadilan Militer I-05 Pontianak pada 2010 dan dua tahun setelahnya menjadi Wakil Kepala Pengadilan Militer Palembang dan naik menjadi Kepala setahun setelahnya.

Beragam tugas sejak berkarier di militer pernah diembannya, mulai Kaurdak Minra Mahmilti III Surabaya, Kaurdal Taud Mahmilgung, Anggota Pokkimmil Golongan VI Dilmil II-08 Jakarta, Kadilmil I-05 Pontianak, hingga Waka Dilmil l-04 Palembang.

Dia lantas dipercaya sebagai Kadilmil l-04 Palembang, Kadilmil II-08 Jakarta, Anggota Pokkimmilti Golongan IV Dilmilti III Surabaya, Waka Dilmilti II Jakarta, sampai Kadilmilti I Medan. Setelah itu dia memimpin Dilmilti Jakarta.

Irene juga pernah mengikuti seleksi calon hakim agung pada 2019. Dalam makalahnya, dia mengakui salah satu tantangan berat hakim militer yakni bersikap independen. Bagaimana pun hakim militer tetap terikat dengan aturan TNI termasuk kepangkatan. (L4Y).