Kejati Kalbar Gelar Vaksinasi Massal Tahap Ke 2

Pontianak ,BorneoneTV.Com -Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat, menggelar vaksinasi kedua untuk 2000 warga  Kalbar. Kegiatan itu digelar selama tiga hari. Dimulai hari ini, Rabu hingga 20 Agustus 2021.
Kegiatan itu, merupakan bagian dari rangkaian semarak peringati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76, sekligus mempercepat cakupan vaksinasi.
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalbar, Masyhudi mengatakan, vaksiansi kedua digelar sebagai upaya mendukung kebijakan pemerintah menyukseskan vaksinasi. Sebab, vaksin merupakan ikhtiar melindungi warga dari ancaman infeksi virus Covid-19. “Dengan vaksin, imun tubuh akan kuat. Kalau pun kena, tidak akan parah,” kata Masyhudi kepada awak media, Rabu (18/8/2021).

Walau begitu, Mahyudi ingatkan masyarakat yang sudah vaksin tak berarti boleh melepas protokol kesehatan (prokes). Prokes harus tetap dijalankan. Terutama memakai masker dan jauhi kerumunan, serta disiplin mencuci tangan dengan air mengalir.

Bacaan Lainnya

Masyhudi berharap, cakupan vaksinai terus diperluas. Agar kekebalan kelompok pada masayarakat bisa segera terbentuk. Jika tujuan itu sudah tercapai, diharapkan penularan Covid-19 dapat ditekan dan semakin terkendali. Sehingga ekonomi dapat tumbuh, dan masyarakat dapat beraktivitas seperti biasanya.
“Untuk mencapai ini, maka perlu kerja sama semua pihak. Tak bisa hanya mengandalkan pemerintah, namun masyarakat juga mendukung vaksinai,” ucapnya.
Masyhudi memastikan, Kejaksaan akan terus berupaya membantu pemerintah melindungi masyarakat dari ketertularan corona. Salah satu bentuknya melalui program vaksinasi massal ini.
“Semoga program ini terus didukung semua pihak, bahu membahu dan bantu-membantu. Ini ciri khas warga indonesia yang tolong menolong sehingga bisa keluar dari pandemi,” harapnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengatakan, vaksinasi kedua yang digelar Kejati Kalbar ini merupakan boster dari vaksinasi pertama.
Dia pun menyampaikan, untuk di Kalbar sendiri, cakupan vaksinasi masih rendah. Selain itu, Kalbar juga masih kekurangan 2.540 vial vaksin untuk melaksanakan vaksinasi kedua. ” Ini kita terus minta dengan Pemerintah pusat,” ucap Harisson.(tim )