Wagub Kalbar Hadiri Penyerahan Remisi Umum dalam Rangka HUT RI Ke-76

Rabu, 18 Agustus 2021

Pontianak, BorneOneTV.com- Wakil Gubernur Kalbar, Drs H Ria Norsan, MM., MH., didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalbar, Fery Monang Sihite, dan Perwakilan jajaran Forkopimda, menghadiri sekaligus menyerahkan remisi umum secara simbolis kepada 5.897 narapidana di Kalbar di Aula Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Barat, Selasa, (17/8).

Prosesi penyerahan remisi umum bagi Narapidana dan Anak dalam Rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung serentak di seluruh Indonesia, dan dilaksanakan secara virtual, yang dipimpin Menteri Hukum dan HAM RI, Prof. Yasonna Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D.

Pemberian remisi umum untuk narapidana di seluruh wilayah Kalimantan Barat per 16 Agustus 2021 berjumlah 5.897 orang. Dengan rincian narapidana sebanyak 4.383 orang dan tahanan sebanyak 1.514 orang.

Narapidana yang mendapat remisi terdiri dari 3.048 orang, yakni narapidana umum 2.018 orang dan narapidana khusus (PP 28 2006/PP 99 2012) sebanyak 1.030 Orang.

Narapidana yang mendapat remisi umum(RU) terbagi dalam dua kelompok, yaitu RU I (pengurangan sebagian masa tahanan) sebanyak 2.951 dan RU II (langsung bebas) berjumlah 97 orang.

Kemudian, berdasarkan tindak pidana sesuai Pasal 34 Ayat (3) PP No. 28 Tahun 2006 dan Pasal 34 A Ayat (1) PP 99 Tahun 2012, jumlah narapidana yang mendapatkan remisi umum di tahun 2021 berjumlah 1.030 orang, yang terdiri dari narapidana narkoba sebanyak 1.023 orang dan narapidana tindak korupsi sebanyak 7 orang.

Remisi merupakan pengurangan masa pidana yang diberikan kepada narapidana dan anak pidana yang telah berkelakuan baik selama menjalani pidana.

Pemberian remisi dilaksanakan melalui sistem informasi pemasyarakatan yang terintegrasi antara Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan, Kantor Wilayah dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Pemberian Remisi diharapkan dapat mengurangi over kapasitas di dalam Lapas/Rutan yang sudah melebihi kapasitas dan juga dapat memotivasi Narapidana lainnya untuk memperbaiki diri, menyadari kesalahannya dan tidak mengulangi tindak pidana yang dilakukan.

Menteri Hukum dan HAM, Prof. Yasonna Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D, menjelaskan bahwa kemerdekaan Indonesia harus dinikmati seluruh masyarakat, termasuk para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Sehingga momen kemerdekaan ini menjadi saat yang tepat untuk memberikan apresiasi kepada WBP yang menunjukkan sikap baik selama masa pembinaan.

“Pemerintah memberikan remisi atau pengurangan masa menjalani pidana bagi mereka yang telah menunjukkan prestasi, dedikasi dan disiplin yang tinggi dalam mengikuti program pembinaan,” terang Prof. Yasonna Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D, Selasa, (17/ 08).

Pemberian Remisi, lanjut Yasonna, bukanlah semata-mata bentuk kemudahan bagi WBP untuk cepat bebas. Remisi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan mendorong motivasi diri bagi WBP untuk bersiap kembali ke dalam lingkungan masyarakat.

Bagi WBP yang mendapat pengurangan masa tahanan, Yasonna berpesan untuk menunjukkan sikap dan perilaku yang lebih baik lagi dalam mengikuti kegiatan dan program pembinaan di masa yang akan datang.

Sementara itu kepada WBP yang langsung bebas, Yasonna berharap para WBP dapat kembali bersama keluarga dan merajut tali kebersamaan di lingkungan masyarakat.

“Jadilah insan yang baik, hiduplah dalam tata nilai kemasyarakatan yang baik, taat aturan, berpartisipasi aktif dalam pembangunan untuk melanjutkan perjuangan hidup, kehidupan, dan penghidupan sebagai warga negara, anak bangsa, dan anggota masyarakat,” pesan Yasonna. (L4Y).