Hantar Arwah Menuju Nirwana, Replika Kapal Wangkang Dibakar Untuk Menutup Ritual Sembahyang Kubur Musim Gugur 

Minggu, 22 Agustus 2021

Pontianak, BorneOneTV.com- Untuk menghantar arwah menuju Nirwana, Yayasan Bhakti Suci mempersiapkan sebuah Replika Kapal Wangkang dengan nama Guang Shun Xing tertera dilambung kapal untuk dibakar yang menandai berakhirnya ritual sembahyang kubur musim gugur atau ” Chit Gwe Pua ” di halaman Taman Pemakaman Yayasan Bhakti Suci, Minggu, (22/8).

Diatas replika kapal Wangkang, terbentang dua layar putih yang bertuliskan kaligrafi Mandarin, Yi Fan Feng Shun pada tulisan layar depan dan Shun Feng De Li terukir di layar belakang. “Selamat jalan, mudah rezeki terus berjalan lurus mengikuti angin,” begitulah makna filosofisnya yang siap membawa para arwah menuju nirwana.

Prosesi pembakaran replika kapal Wangkang ini merupakan akhir dari ritual sembahyang kubur (Qiu Ji) yang telah dilakukan selama dua pekan oleh warga Tionghoa sebagai ritual untuk menghormati leluhur.

Didalam replika kapal Wangkang ini juga berisi beragam sesaji ada di dalamnya seperti makanan pokok. Benda-benda serba tiruan juga ikut diangkut di dalamnya. Mulai dari uang, pakaian, barang-barang elektronik, hingga kendaraan mewah.

Mereka yakin, benda-benda yang telah didoakan tersebut akan dipakai oleh para arwah kelak sesampainya di nirwana. Di buritan kapal juga dibuat miniatur kelenteng dan perlengkapan sembahyang.

Ada juga orang-orangan yang dibuat menyerupai nahkoda kapal dan para anak buah kapal. Semua dibuat seperti layaknya kapal asli.

Sebelum kapal dibakar, para pengurus YBS, terlebih dahulu mengadakan ritual di depan kapal.Sambil membakar hio, doa-doa khusus mereka panjatkan. Mereka berdoa agar arwah-arwah yang tidak diurus para keluarga dan masih berada di bumi, bisa diantar menuju alamnya.

Menurut Ketua Umum Yayasan Bhakti Suci, Lo Cun Hong, pembakaran replika kapal Wangkang yang dilaksanakan ini merupakan kegiatan rutin tahunan dalam bidang keagamaan Yaitu Perayaan Sembayang Leluhur Musim Gugur ” Chit Gwe Pua ” yang banyak dikenal dengan sebutan ” Pembakaran Replika Kapal Wangkang”.

“Tahun ini, jam pelaksanaan pembakaran replika kapal Wangkang kita majukan. Beberapa tahun lalu kita laksanakan pada sore hari. Tahun ini kita laksanakan pukul 10.30,” kata Lo Cun Hong, saat ditemui.

Dikatakannya, perubahan waktu pelaksanaan pembakaran replika kapal Wangkang ini memang dilaksanakan dalam masa pandemi Covid-19 ini, apalagi saat ini di Kabupaten Kubu Raya masuk zona merah dan implementasi dari Surat Edaran Gubernur Kalbar agar pelaksanaan dalam kegiatan keagamaan tidak terjadi kerumunan.

“Saat ini, kita laksanakan ritual ini secara sederhana agar tidak terjadi kerumunan. Hanya panitia dan petugas damkar saja yang ikuti,” jelasnya.

Ketua Umum YBS berharap dengan pembakaran replika kapal Wangkang ini arwah-arwah yang tidak terurus akan dapat segara menuju Nirwana.

“Kami berharap, ritual pembakaran replika kapal Wangkang ini setiap tahun pada tanggal 15 bulan 7 Imlek dapat kita laksanakan sesuai jadwalnya,” harapnya. (L4Y).