Baru dimulai, pelaksanaan PTM akan kembali dihentikan

PROSES BELAJAR TATAP MUKA

 

Pontianak -BorneoneTV.Com – Pelaksanaan pembelajaran tatap muka atau PTM di kota pontianak sudah dimulai sejak 18 agustus 2021. tetapi secara keseluruhan banyak sekolah yang baru memulai PTM pada senin 23 agustus 2021.

Berdasarkan  Surat keputusan bersama atau SKB  empat menteri bahwa pembelajaran tetap dilaksanakan saat pandemi tetapi untuk proses pelaksanaannya harus dengan persetujuan kepala daerah selaku ketua satgas wilayah.

Menurut Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Iwan Amriady pelaksanaan PTM akan dihentikan jika level PPKM di Kota pontianak kembali naik.

“Saya baru mendapatkan informasi yang sebenarnya yang membuat kita dari dinas pendidikan harus bersiap lagi, ya informasinya pontianak pada saat ini kembali kepada level 4 itu secara legitimasi secara legal saya belum menerima tapi kalaupun sudah menerima berarti kita harus menyesuaikan dan PTM kembali kita tutup,” Kata Iwan.

Iwan mengatakan jika PTM kembali dihentikan dan pembelajaran dilakukan secara daring maka akan ditakutkan terjadi Lost Learning atau hilangnya kesempatan belajar karena berkurangnya intensitas interaksi antara murid dan guru saat proses pembelajaran sehingga mengakibatkan penurunan penguasaan kompetensi peserta didik.

“Saya masih tetap berpikir dan berpandangan bahwa kita tidak bisa melakukan pembelajaran secara daring secara 100% artinya kita perlu untuk melakukan sesuatu yang sifatnya mengikat antara guru dengan murid,” tutur Iwan.

Harapan saya ini bisa menjadi sebuah kebijakan yang mungkin bukan PTM, PTM oke kita berbicara tentang kondisi dimana ini sesuai zonasi pandemi tetapi dari kacamata pendidikan saya pikir bahwa kita harus mencarai pola agar guru dengan murid tetap bertemu,” Sambungnya.

SMP Negeri 10 merupakan salah satu sekolah yang pada 23 agustus 2021 baru menerapkan PTM dengan protokol kesehatan yang ketat .

Menurut Kepala Sekolah SMP 10, Philipus Mimin pelaksanaan PTM dilakukan secara terbatas atau hanya diikuti sebanyak 50 persen siswa saja secara bergantian.

Untuk kelas 9 pembelajaran tatap muka dilaksanakan pada minggu pertama, kelas 8 minggu kedua dan kelas 7 pada minggu ke tiga.

“Jadi pada proses pembelajarannya ini kelas 9 pertama ini kita bagi karena satu ruangan itu kita isi 16 orang siswa karena jumlah satu ruang belajar siswa ituada 32 jadi kita pilah menjadi dua bagian nomor absen 1-16 masuk pada hari senin dan rabu sedangkan absen 17-32 masuk hari selasa dan kamis hari jumatnya kita evaluasi,” ujar Philpus Mimin.(denny )