Kejati Kalbar Menetapkan 17 TSK Korupsi Penyaluran Dana Kredit Proyek  Fiktif Di Dinas Kementerian PDT Bengkayang  

 

Pontianak,BorneoneTV.Com -Kejaksaan tinggi kalimantan barat (kejati kalbar) menahan dua tersangka baru kasus korupsi penerima fasilitas kredit pengadaan barang dan jasa (kpbj) fiktif salah satu bank cabang kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat.

Bacaan Lainnya

Kedua tersangka baru berinisial AH bin Mahmud dan UN dititipkan di rutan,  setelah penyidik kejati kalbar berhasil mengantongi dua alat bukti yang cukup kuat.

Modus yang dilakukan oleh kedua tersangka AH  dan UN ,yaitu dengan cara masing-masing tersangka menandatangi spk fiktif kredit pengadaan barang dan jasa (kpbj) dari Kementrian PDT  senilai 358.500.000 untuk tiga paket pekerjaan,ungkap Kepala Kejakasaan Tinggi Kalbar  ,Masyhudi kepada awak media Kamis Sore (26/8 )  di aula lantai  3   Kejati Kalbar .Lebih lanjut diungkapkan Kajati Kalbar “ dana tersebut digunakan oleh para tersangka dan tidak dikembalikan kepada kas negara.”

Sementara itu kasus yang serupa sebelumnya juga di lakukan  15 tersangka lain dengan modus yang sama  yaitu menandai tangi SPK fiktif , akibat perbuatan para tersangka negara mengalami kerugian sebanyak 8,2 miliar dan sebanyak 3,3 miliar telah dikembalikan kepada negara dan telah dititipkan di bank mandiri , Menurut masyhudi  jumlah tersangka dalam kasus tindak pidana korups proyek fitif di lingkungan Kementerian PDT di Kabuapten bengkayang  bertambah dua orang sehingga total keseluruha 17 orang tersangka , yang melibatkan 3 orang tsk pejabat bank daerah di bengkayang satu orang pejabat dinas setempat di lingkungan Kementrian PDT Bengkayang,sedangkan belasan lainya tersangka dari kontraktor local  dan bebereapa orang  karyawan perusahaan ontraktor yang ikut memuluskan  korupsi proyek fiktif .

Masyhudi juga mengingatkan kepada Perbankan di daerah lebih hati hati dalam penyaluran kredit kepada pelaku usaha ,agar  tidak kecolongan kembali  penyaluran kredit fiktif .

Atas perbuatannya kedua tersangka,Ah dan Un  akan ditahan dirutan selama 20 kedepan ,sambil menunggu proses p enyelidikan yang dilakukan oleh penyidik kejati kalbar selesai, dan untuk selanjutnya kasusnya akan segera dilimpahkan ke pengadilan tindak pidana korupsi pengadilan Tipikor Pontianak(wuri /dodi )