Wagub Kalbar : Provinsi Kalbar Sudah Jalankan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah

Kamis, 26 Agustus 2021

Pontianak, BorneOneTV.com- Wakil Gubernur Kalbar Drs H Ria Norsan, MH, MM mengatakan, di Provinsi Kalbar saat ino sudah melaksanakan belajar Tatap muka dengan penerapan Protokol kesehatan yang ketat.

“Saat ini, Provinsi Kalbar masuk level 3 dan masih ada 2 Kabupaten yang masuk zona merah yakni Melawi dan Landak. Melawi Belajar Tatap muka ridak perlu, dan Landak sudah sebagian belajar tatap muka, tapi sudah masuk zona merah, belajar tatap mukanya dipertimbangkan,” kata Drs H Ria Norsan, MH, MM, Kamis (26/8) saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Pembukaan Sektor Pendidikan Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan dari Kantor Kemenko Marves secara Video Conference (Vidcon) di Data Analytic Room, Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (26/8).

Rakor ini dipimpin langsung oleh Menko Marves Luhut B. Pandjaitan dan secara Daring Hadir juga Mendikbud Ristek Nadiem Makarim dan Menkes Budi Gunadi Sadikin untuk membahas Evaluasi Pembukaan Sektor Pendidikan Selama PPKM.

Kemudian, Wagub Kalbar meminta lakukan pembelajaran tatap muka hanya per Kecamatan di Kabupaten Landak yang tidak masuk zona merah.

Menko Marves Luhut B. Pandjaitan menjelaskan sesuai Instruksi Mendagri untuk level 2 dan 2 saat ini pemerintah telah membuka sekolah tatap muka di 77 Kabupaten dan 50 persen Kabupaten/Kota untuk Jawa-Bali.

“Kalau kita buka sekolah tatap muka justru terjadi masalah. Perlu ada kehati-hatian kita. Kita harus jadikan sekolah menjadi prioritas,” kata Luhut B. Pandjaitan saat membuka Rakor Evaluasi Pembukaan Sektor Pendidikan Selama PPKM.

Dikatakannya, apa yang dilakukan oleh dalam membuka Sekolah tatap muka ini adalah untuk melindungi kita dan orang mereka yang berada dirumah.

“Saya minta kepada Mendikbud Ristek untuk melaporkan Evaluasi ini,” Pintanya.

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pihaknya sudah melakukan kajian-kajian serta memastikan kehidupan kita kedepan akan kembali normal untuk semua aktivitas kehidupan.

“Kita sudah melakukan aktivitas yang perlu perhatian, misalnya semua sekolah ventilasi harus terbuka, durasi belajarnya juga harus diatur selang sering berapa jam bergantian,” harap Budi Gunadi Sadikin.

Sementara, Mendikbud Ristek Nadiem Makarim menyampaikan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang terlama anak-anaknya tidak sekolah, di daerah maju, sektor pendidikan selalu dijadikan prioritas.

“Indonesia mengambil kebijakan yang aman tapi jaraknya sangat kritis.,” kata Nadiem Makarim. (L4Y).